Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


Leave a comment

Friends Forever

Tak disangkal lagi dengan berkembangnya situs pertemanan (social networking) semacam facebook, friendster dan myspace membuat pertemanan kita akan abadi. Kita dapat menemukan teman-teman lama yang sudah lama tidak bersua dan entah dimana keberadaanya kini lewat situs jaringan sosial seperti ini.

Sebelum adanya perkembangan teknologi menuju web 2.0, dulu kita harus mengingat di otak kita siapa saja teman sejak mulai kenal orang lain sampai teman terakhir yang berkenalan dengan kita. Pengalaman saya, beberapa teman SD dan SMP saya sudah mulai lupa namanya, walaupun kalau ketemu masih ingat sekilas bahwa seseorang pernah kenal dengan saya.

Untuk menjalin silaturahim pun hal yang sangat mudah dan kemungkinan seseorang  untuk terlewatkan sangat kecil sekali asalkan dia berada di dalam jaringan kita. Nah kayanya yang beginian sangat penting pada momen-momen seperti Ramadhan dan Idul Fitri dimana kita diharuskan untuk saling bersilaturahim dan saling memaafkan. Saya ingat awal ramadhan kemaren sempat lupa dengan beberapa orang yang seharusnya saya ucapkan permintaan maaf karena datanya tidak ada di dalam phonebook HP.

Selain momen-momen tertentu seperti Ramadhan dan Lebaran, data teman-teman yang ada di dalam situs jaringan social ini tidak akan pernah hilang selama teknologi ini tetap ada di jagad maya, dan ketika kita kangen dengan teman-teman lama pun setelah beberapa waktu lamanya tidak bertemu, bahkan ketika nanti sudah tua dan sudah mulai pikun dengan gampangnya kita bisa langsung mencari data teman kita di dalam situs-situs dimana account kita berada. Konsep Friend Forever pun yang langgeng dan tak lengkang karena waktu adalah suatu yang wajar…

Advertisements


4 Comments

Pengemar Anime, Manga dan Dorama Jepang Harus Tahu Ini

Ada beberapa hal baru ketika kunjungan saya siang ini ke Mashable.com, selain tampilan dan tag baru (sebelumnya social networking news) ada juga ulasan tentang social networking baru. Ada dua yang menarik perhatian saya, pertama diistilahkan dengan social brain networking dan kedua GPS-based on social networking.

Tulisan kali ini akan membahas iknow.co.jp, jaringan sosial besutan corego team yang pertama kali diluncurkan di Jepang sejak sepuluh bulan yang lalu. Social networking yang didasarkan atas riset dari sang pendiri tentang pembelajaran yang efektif ini saat ini berisi pembelajaran Bahasa Inggris dengan audio bagi orang Jepang dan pembelajaran Bahasa Jepang dengan terjemahan Bahasa Inggris.

Fitur yang membuat belajar bahasa lebih efektif dan efisien adalah adanya fitur audio yang menghasilkan pengucapan kata-kata dengan tepat oleh native. Dengan adanya audio ini maka orang yang belajar akan langsung tahu pengucapan suatu kata dengan tepat. Selain itu untuk Bahasa Jepang juga dilengkapi dengan kanji, sehingga ketika kita belajar pengucapannya sekaligus tahu seperti apa kanjinya.

Buat yang sangat doyan baca manga jepang, nonton anime dan dorama ini akan sangat membantu. Silakan mencoba.

Btw kapan ni medresa bisa launch…..


Leave a comment

Sarah Palin dan Google Chrome Bahasan Paling Hangat Minggu Lalu

Paling tidak itulah hasil review dari blog-blog yang tergabung di dalam blogs.com. Dari hasil catatan blog-blog yang tergabung ke dalam jaringan blogs.com maka bahasan terbaik yang direview oleh editornya adalah topik-topik yang berhubungan dengan Sarah Palin (calon wakil presiden Amerika dari kubu Republik). Selanjutnya adalah topik-topik yang berhubungan dengan diluncurkannya browser Chrome oleh Google

Bahasan tentang Sarah Palin adalah yang berhubungan dengan politik, tugas sebagai orang tua dan hal-hal mengenai keduanya. Sejak dipilihnya Palin sebagai calon wakil presiden dari kubu republik maka bahasan-bahasan tentangnya sering muncul. Isu yang sering diangkat adalah yang berhubungan dengan pribadinya seperti seorang wanita pekerja keras, kondisi hamil anaknya diluar nikah yang dirasa oleh sebagain orang Amerika sangat dekat dengan mereka. Dilihat dari strategi marketing itu menurut saya ini cukup tepat untuk menandingi ketenaran Obama khususnya di dunia maya.

Sedangkan yang tidak kalah menarik adalah bahasan seputar topik tentang browser baru besutan Google yang diberi nama Chrome. Yang paling rame adalah masalah EULA Chrome yanbg memberatkan user. Hal yang palng mengesalkan yang dibahas disana adalah hak cipta terhadap apapun yang di psoting melalui Google Chrome akan diserahkan kepada Google sehingga mereka berhak untuk memodifikasi, memanipulasi dan menggunakan data-data yang diposting tersebut. (pasti pada ga tau, kebiasaan orang Indonesia ga pernah baca EULA). Dari bahasan terakhir maslah ini sudah diselesaikan

Nah inilah topik blog yang cukup hangat dibicarakan minggu lalu. Sepertinya blogs.com cocok juga dipakai untuk membuktikan apakah tulisan yang kita tulis di blog kita mempunyai kualitas bagus, tentunya dalam bahasa Inggris. Atau ada yang punya ide untuk memanfaatkannya sebgai strategi marketing di Internet


4 Comments

Social Networking but Individualistic

—–Benar ga judulnya ya (secara grammar),intinya adalah jaringan sosial tapi individualistis.—–

Hasil penelitian Synovate tentang yang dibahas di sini walaupun hasilnya mengejutkan bahwa cuma 42 % dari responden yang tahu dengan social networking, tapi kalau dilihat dari jumlah pemakai aplikasi web 2.0 ini cukup besar dan cukup berpengaruh terhadap tatanan sosial. Fenomena semakin banyaknya jumlah orang yang memakai social networking ini menurut saya bukan tanpa kritik dan efek buruk. Salah satu efek buruk dari social networking adalah diberitakan awal januari 2008 ada kasus bunuh diri berantai di Wales dan setelah di selidiki ternyata berhubungan dengan salah satu situs social network (baca di sini).

Kasus di atas memang tidak bisa digeneralisir sebagai bahaya yang harus ditakuti dari situs social networking, banyak manfaat-manfaat yang bisa didapatkan dari adanya situs-situs tersebut. Komunikasi yang putus sebelumya dengan teman-teman lama bisa tersambung kembali, bahkan kita disana bisa mendapatkan teman-teman baru dari seluruh penjuru dunia. Tapi ada satu hal yang kontradiktif sebenarnya dengan istilah sosial yang disandangnya sebagai penghubung sosial antara individu dengan individu. Menurut saya situs-situs social networking ini menjadikan orang malas untuk bersilaturahmi dalam arti sebenarnya dan bisa menjadikan seseorang sangat individualistik juga dalam arti sebenarnya.

Dalam kenyataannya walaupun kita sering melakukan interaksi dengan orang lain dengan menggunakan apliakasi social networking sifat individualistik kita akan semakin besar. Kita akan malas untuk berinteraksi langsung dengan orang lain karena cukup dengan say hai dengan menggunakan aplikasi yang ada, lama-kelamaan kita akan senang sendiri asyik dengan komputer atau laptop masing-masing. Sifat-sifat sosial yang seharusnya dibangun seperti empati kepada orang lain, lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya dari pribadi-pribadi yang sudah “kecanduan” social networking. Saya masih menyangsikan apakah ketika interaksi sosial yang terjadi di dunia maya ini memang melibatkan emosi seperti yang terjadi di dunia nyata atau sesuai dengan namanya emosi yang dimunculkan adalah semu (toh kita tidak bisa melihat orangnya langsung kan? bisa saja manipulatif). Bahkan lebih jauh lagi kita tidak tahu apakah profil yang digunakan asli atau tidak.

Mungkin kecendrungan negatif ini yang membuat beberapa komunitas dunia maya mengadakan ritual kopdar bahkan ada yang menjadikan sebagai sarat seorang anggota di terima (contohnya komunitas batagor.net) supaya masing-masing anggotanya bisa saling kenal.


3 Comments

Spiral Marketing

Saya yakin semuanya pasti tahu apa itu spiral (bukan alat kontrasepsi ya), kalau mau definisi ala matematika (ingat kuliah aljabar ni hehe) suatu bentuk perulangan dari lingkaran sedemikian sehingga perulangan tersebut membentuk lingkaran baru yang semakin banyak sampai tak terhingga banyaknya (sederhananya ya kaya per/pegas)<<pasti bingung dengan definisi itu, yang jagoan matematika dah benar belum dari sisi bahasa matematikanya hahahaha.

Nah sekarang apa hubungannya antara spiral dengan marketing? pasti ada yang bertanya seperti itu (klaim). Dalam dunia marketing ada konsep baru yang disebut spiral marketing, model spiral marketing ini telah membunuh (terlalu kasar..ya udah sebagai anti tesis) model marketing funnel sejak berkembangnya web sedemikian rupa dengan segala bentuk aplikasinya (era web 2.0).

Lihat gambar dibawah ini

Inilah yang terjadi sekarang di dunia, seseorang yang telah mencoba suatu produk dengan kemudahan menyebarkan informasi di era web 2.0 akan selalu membuat spiral-spiral baru sehingga apapun yang mereka rasakan ketika mencoba sebuah produk tidak ada yang akan menghalangi mereka untuk menyebarkannya kepada komunitas yang masuk ke jaring sosial mereka (sangat efektif bukan).

Ketika seorang pembeli merasakan suatu efek yang baik dari produk yang iya pakai maka dia akan menjadi seorang evangelist , dan dengan sukarela tanpa dibayar dia akan mennyebarkan kelebihan suatu produk itu kepada teman-temannya (terbentuksuatu spiral). Kemudian dari salah teman-temannya ini pasti ada yang tertarik untuk mencoba produk tersebut kemudian efek baik yang dia rasakan akan disebarkan lagi ke teman-teman yang ada di jaringan sosialnya( terbentuk spiral baru), fenomena ini akan berulang terus membentuk spiral-spiral lainnya.

Fenomena ini harus segera diperhatikan oleh seorang brand manager atau marketing manager karena kalau tidak hati-hati menyikapinya dengan sebuah strategi yang jitu maka spiral marketing ini akan membawa efek buruk terhadap penjualan suatu produk jika ternyata ekseprien pertama dari pemakai produk jelek maka efek spiral yang akan menyebar juga jelek.

Oleh karena itu wahai para brand manager dan marketing manager segeralah bangun hahahaha