Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


1 Comment

Privasi Nomor Selular GSM

Pagi ini cukup kesal juga dengan masuknya sebuah sms dengan nama pengirim Presiden RI (who d hell ar u). Pesannya memang bagus tentang narkoba, tapi pas mau dibalas untuk menyampaikan uneg-uneg kepada si pengirim ternyata tidak bisa.

Kenapa saya cukup kesal? Pertama karena memang tidak bisa dikirim balik (dibalas), tapi yang paling membuat kesal adalah, kenapa nomor saya bisa dikirimi SMS dari nomor yang sebenarnya tidak saya kenal, dan saya tidak pernah memberikan nomor tersebut kepada si pengirim SMS (emang gw pikirin elu Presiden). Sebegitu mudahkah operator memberikan nomor kita (menurut saya nomor HP memang privasi) kepada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan?

OK kalau ada yang berpendapat bahwa pesan yang disampaikan (kampanye anti narkoba) baik, tapi permasalahannya bukan disana. Bukankah sudah ditetapkan bahwa SMS boleh dijadikan sebagai mendia kampanye dalam pemilu 2009, segampang itukah operator membuka akses kepada pihak yang berkepentingan. Dan terbukti kampanye melalui SMS cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan orang. (dalam pemilihan walikota Bandung, dan setiap tahun di pemilihan Presiden Keluarga Mahasiswa ITB)

Atau ada yang berpendapat bahwa yang mengirim adalah nomor kepresidenan, berhak saja untuk kepentingan publik. Tapi tidak sesederhana itu, yang jelas nomor saya sekarang sudah ada dalam database server SMS Gateway nomor Presiden yang dikelola katanya oleh Roy Suryo (partai demokrat), nah bisa saja database tersebut nantinya akan dipakai untuk kepentingan pemilu 2009.

Yang jelas permasalahan ini muncul karena operator selular memberikan data nomor saya kepada pengelola server nomor kepresidenan..

Advertisements


4 Comments

Krisis Ekonomi Amerika, Kabar Baik Buat Media Online????

Pagi ini saya membaca berita di harian Pikiran Rakyat tentang lampu kuning untuk bisnis percetakan. Krisis ekonomi glabal (sebenarnya krisis ekonomi Amerika) yang berdampak anjloknya nilai Rupiah membuat harga-harga bahan baku seperti kertas dan tinta ikut naik karena bahan-bahan tersebut didimpor dari luar negeri. Selain itu juga berubahnya pola penjualan oleh suplier. Sebelumnya pembayaran kepada suplier bisa mundur selama sebulan, sekarang para suplier bahan baku meminta bayaran dimuka.

Apakah fenomena ini akan ikut berdampak kepada dunia periklanan? Bisa saja terjadi, khususnya untuk perusahaan-perusahaan yang selama ini banyak melakukan promosi lewat media cetak seperti poster dan sejenis akan memikirkan kembali dampak kenaikan harga ini kepada biaya promosi mereka. Pasti mau tidak mau bisnis percetakan akan manaikkan harga dan ini akan berimbas kepada biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memporomosikan produk mereka. Mungkin untuk perusahaan-perusahaan besar tidak akan terlalu berpengaruh, karena selama ini mereka juga memilih TVC untuk media promosi mereka, tapi untuk perusahaan-perusahaan kecil menengah, atau yang sedang berkembang ini akan menjadi masalah yang cukup besar.

Kondisi ini adalah sebuah peluang bagi binis media online. Perusahaan akan mencari alternatif lain untuk mempromosikan produk mereka. Dan salah satu media yang akan dilirik adalah internet, karena selain promosi di internet lebih hemat, promosi yang dijalankan juga lebih tepat sasaran. Tapi ada permasalahan besar untuk Indonesia, ternyata tidak sesederhana itu. Walaupun penetrasi internet sudah cukup besar di Indonesia lebih dari 25 juta pengguna (data APJII), tidak banyak perusahaan khususnya manajer marketing melihat internet sebagai media yang efektif. Sebuah tantangan bagi pelaku bisnis online untuk mengkampanyekan pemakaian internet sebagai media promosi.


1 Comment

Polling Calon Presiden Amerika ala Penikmat Kopi

Sangat menarik dan kreatif apa yang dilakukan oleh kopi 7-eleven dalam hingar bingarnya kampanye pemilihan calon presiden Amerika. Kopi 7-eleven mengadakan jejak pendapat siapa calon presiden pilihan rakyat amerika yang menyenangi kopi. Tinggal datang ke gerai 7-eleven, pengemar kopi ini bisa menentukan siapa calon presiden pilihan mereka. Tersedia dua warna cup pertama warna merah diasosiasikan kepada John MCain dan warna biru untuk Barrack Obama. Hasil pollingnya bisa dilihat di situs http://www.7-election.com.

Disamping tujuan untuk mengetahui calon presiden mana yang populer di kalangan rakyat Amerika, saya melihat ini adalah salah satu strategi promosi produk yang cerdas, dengan mengabungkan strategi marketing online dan offline. Untuk melakukan polling orang harus datang ke gerai-gerai kopi 7-eleven dan kemasan yang dibuatpun sangat menarik, kemudian untuk melihat hasil polling tersebut maka orang harus masuk ke microsite 7-election.com. Di microsite ini ada hasil polling setiap negara bagian.

Menurut saya dua strategi ini saling mendukung untuk kampanye produk dan layanan mereka  terkait dengan pemilu Amerika tersebut. Hal ini dapat terlihat ketika  masuk ke official site 7-eleven.com maka tampilan di homepagenya adalah icon polling 7-election.  Dari yang saya baca di situs mereka polling ini sudah dilakukan untuk tiga kali pemilihan presiden Amerika tahun 2000, 2004 dan sekarang 2008.

Pada pemilu 2000 hasil dari polling ini sesuai dengan hasil pemilu Amerika begitupun tahun 2004, apakah ini memperlihatkan bahwa penikmat kopi representatif terhadap rakyat Amerika belum tentu benar, tapi kalau dari kaidah statistik bahwa sampel yang diambil adalah sampel acak di setiap wilayah ini sudah memenuhi.

Hasil dari polling ini bisa mereka publikasikan ke pada masyarakat dan dengan sendirinya brand awarness terhadap produk kopi mereka juga meningkat. Hal ini juga bisa menjadi efek viral tersendiri bagi khalayak karena keingintahuan mereka terhadap hasil polling dari penikmat kopi. Dan bukankan kopi saat ini telah menjadi gaya hidup, bisa saja penikmat kopi yang sebelumnya memakai produk lain ingin mencoba kopi merek ini sekaligus ingin ikutan polling calon presiden. Nah dari kesan pertama ini bisa saja muncul costumer-costumer baru tergantung kepada produk kopinya sendiri.

Sebuah strategi promosi yang cerdas dengan menggabungkan dua jenis media..Kefikiran kerjasama dengan salah satu pemegang merk kopi untuk polling di Indonesia.


3 Comments

Spiral Marketing

Saya yakin semuanya pasti tahu apa itu spiral (bukan alat kontrasepsi ya), kalau mau definisi ala matematika (ingat kuliah aljabar ni hehe) suatu bentuk perulangan dari lingkaran sedemikian sehingga perulangan tersebut membentuk lingkaran baru yang semakin banyak sampai tak terhingga banyaknya (sederhananya ya kaya per/pegas)<<pasti bingung dengan definisi itu, yang jagoan matematika dah benar belum dari sisi bahasa matematikanya hahahaha.

Nah sekarang apa hubungannya antara spiral dengan marketing? pasti ada yang bertanya seperti itu (klaim). Dalam dunia marketing ada konsep baru yang disebut spiral marketing, model spiral marketing ini telah membunuh (terlalu kasar..ya udah sebagai anti tesis) model marketing funnel sejak berkembangnya web sedemikian rupa dengan segala bentuk aplikasinya (era web 2.0).

Lihat gambar dibawah ini

Inilah yang terjadi sekarang di dunia, seseorang yang telah mencoba suatu produk dengan kemudahan menyebarkan informasi di era web 2.0 akan selalu membuat spiral-spiral baru sehingga apapun yang mereka rasakan ketika mencoba sebuah produk tidak ada yang akan menghalangi mereka untuk menyebarkannya kepada komunitas yang masuk ke jaring sosial mereka (sangat efektif bukan).

Ketika seorang pembeli merasakan suatu efek yang baik dari produk yang iya pakai maka dia akan menjadi seorang evangelist , dan dengan sukarela tanpa dibayar dia akan mennyebarkan kelebihan suatu produk itu kepada teman-temannya (terbentuksuatu spiral). Kemudian dari salah teman-temannya ini pasti ada yang tertarik untuk mencoba produk tersebut kemudian efek baik yang dia rasakan akan disebarkan lagi ke teman-teman yang ada di jaringan sosialnya( terbentuk spiral baru), fenomena ini akan berulang terus membentuk spiral-spiral lainnya.

Fenomena ini harus segera diperhatikan oleh seorang brand manager atau marketing manager karena kalau tidak hati-hati menyikapinya dengan sebuah strategi yang jitu maka spiral marketing ini akan membawa efek buruk terhadap penjualan suatu produk jika ternyata ekseprien pertama dari pemakai produk jelek maka efek spiral yang akan menyebar juga jelek.

Oleh karena itu wahai para brand manager dan marketing manager segeralah bangun hahahaha


Leave a comment

Pasar Internet di Indonesia Perlu Dilirik

Dengan semakin bertambahnya pemakai internet di Indonesia sampai mencapai angka 25 juta (data APPJI 2007) lebih dari 10 % penduduk Indonesia patut dicermati sebagai peluang untuk memasarkan produk. Berbeda dengan media konvensional, internet membuat konsumen bisa lebih berinteraksi dengan penyedia produk dan jasa. Aplikasi-aplikasi yang tersedia di Internet bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan tapi kalau tidak dengan strategi yang tepat maka bisa menjadi momok yang menakutkan bagi satu produk.

Contohnya adalah dengan berkembangnya blog maka dalam waktu yang sangat cepat suatu produk bisa di puji sekaligus bisa di caci oleh konsumen. Efek yang dihasilkan bisa sangat berpengaruh terhadap penjualan suatu produk.

Dengan terus berkembangnya internet khususnya di Indonesia maka akan terjadi perubahan juga pada dunia marketing, tinggal sekarang kesadaran dari brand manjer untuk memanfaatkan peluang ini