Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


4 Comments

Facebook for Indonesia ’09

Tulisan ini terinspirasi dari semakin banyaknya fitur-fitur facebook yang digunakan untuk kepentingan politik khususnya Pemilu Indonesia yang akan berlangsung tahun 2009. Saya tidak tahu pasti, apakah penggunaan facebook untuk kepentingan kampanye sudah dianalisis cukup dalam oleh politikus dan tim kampanyenya atau hanya latah dengan kesuksesan Obama dalam memaksimalkan facebook seperti yang ditulis Nukman Luthfie di sini

Paling tidak dari teman-teman facebook yang saya punya ada dua orang politikus yang mempunyai akun facebook paling rajin mengupdate status  dan fasilitas notes di facebook. Selain itu ada beberapa calon presiden yang memanfaatkan fasilitas pages facebook  sebagai alat kampanye dan personal branding. Diantara beberapa calon presiden tersebut (Megawati, Wiranto, Probowo, Hidayat Nur Wahid, dll), page Prabowo lah yang paling serius digarap (setidaknya dilihat dari jumlah supporter dan aktifitas di dalamnya).  

Pertanyaan besarnya seberapa efektifkan facebook bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye para politisi dan calon presiden?. Kalau dilihat dari jumlah pengguna facebook yang berada di network Indonesia menurut saya belum akan terlalu berpengaruh kepada perolehan suara mereka. Tapi ini adalah modal buat mereka untuk mempengaruhi calon pemilih rasional dan terpelajar yang bergabung di jaringan facebook. Tapi masih dibutuhkan sebuah strategi yang cukup matang dan tepat untuk menghasilkan manfaat tersebut. Yang jelas yang harus diperhatikan adalah user behaviour dari aplikasi ini.

Advertisements


1 Comment

Iklan PKS (Soeharto):Harus Berhati-Hati dengan Sebuah Pesan

Setelah Iklan PKS versi sumpah pemuda menjadi kontroversi, sekarang iklan versi Hari Pahlawan pun ikut menimbulkan pro dan kontra, baik di kalangan internal PKS maupun masyarakat luas. Iklan ini mengangkat Soeharto beserta tujuh tokoh lainnya (Soekarno, Hasyim Ash’ari, M. Natsir, M.Hatta, KH Ahmad Dahlan,Jendral Soedirman, dan Bung Tomo) sebagai guru bangsa.

Setelah menuai kritik selama lebih kurang sehari, akhirnya keluar sebuah penjelasan dari Presiden PKS Tifatul Sembiring, bisa dibaca di sini. Menurut Tifatul, telah terjadi distorsi antara pesan yang sebenarnya ingin disampaikan (konsep awal) dengan hasil eksekusi iklan tersebut.

Berbahaya bukan?  Akan sangat jauh sekali perbedaannya jika konsep awal yang diinginkan adalah Soekarno dan Soeharto sebagai presiden telah memberikan apa yang mereka punya, dan ketiga tokoh yang lain (M.Hatta, Jendral Soedirman, Bung Tomo)sebagai Pahlawan, KH Hasyim Ash’ari,KH Ahmad Dahlan, Muhammad Natsir sebagai guru bangsa dengan yang ada di iklan di atas. Kalau eksekusi iklan sesuai dengan konsep di awal maka saya yakin tidak akan menjadi kontroversial, karena semua orang bisa menerima hal tersebut secara logis.

Hal inilah yang harus sangat diperhatikan dalam menyampaikan pesan kepada target pesan tersebut. Diperlukan sebuah konsep kreatif yang tepat sehingga kesan yang ingin terbentuk tepat sasaran. Salah-salah strategi yang terjadi malahan kerugian buat yang menyampaikan iklan. Apalagi di dunia web 2.0 sekarang ini, dengan gampangnya orang bisa langsung mengkritisi sebuah pesan. Dengan gampang pula image tentang sebuah brand bisa terbentuk, image baikkah atau image buruk.


Leave a comment

Salah Strategi Anda Out (Perlunya Strategi Matang dalam Online Marketing)

Punya pengalaman di kick dari mailing list karena dianggap spammer, atau lebih parah scammer? Saya pernah sekali kejadian di maillist komunitas yang cukup terkenal dan anggotanya cukup aktif online dan kopi darat. Penyebab saya di kick bukan karena tidak tahu peraturan bahwa di maillist tersebut ada peraturan ketat tentang spam apalagi scam, tapi karena ketidaksengajaan mengirim invtation dari beberapa situs social networking yang saya coba karena keingintahuan salah satunya plurk (ini link plurk saya). Biasa setiap kita mendaftar untuk beberapa situs social networking besutan luar negeri sudah bisa langsung invite friend dari daftar adressbook email kita, karena tidak jeli saya langsung klik invite all termasuk alamat mailist tersebut. Setelah beberapa kali kejadian akhirnya saya dianggap sebagai spammer.

Begitu kejamnya dunia online, walaupun dianggap bebas dan merdeka, tapi di beberapa tempat ada konsensus diantara para pengguna yang harus diikuti ketika ingin eksis di dalam. Mungkin beberapa dari kita berfikiran bahwa untuk memasarkan suatu produk atau hanya mengajak orang untuk menjadi teman kita di social networking cara paling efektif adalah ketika menyebarkan email yang berisi tujuan kita tersebut ke dalam sebuah maillist setelah sebelumnya bergabung dengan mailist tertentu. Tapi hati-hati bisa-bisa anda akan mengalami hal yang sama dengan yang terjadi dengan saya. Nah disanalah dibutuhkan sebuah strategi yang tepat untuk memasarkan suatu produk online. Kita harus benar-benar memahami user behavior mulai dari human behavior sampai kepada konsensus-konsensus yang sudah disepakati.

Tidak gampang memang untuk melakukannya butuh usaha ekstra, tetapi ketika anda berhasil menentukan strategi yang tepat maka netters(istilah untuk pemakai internet) akan bisa menjadi orang-orang baik yang akan memberi tahu jaringannya yang lain tentang informasi yang anda berikan dan terciptalah sebuah efek spiral. Kalau salah-salah strategi maka netters ini bisa menjadi sekejam seorang algojo atau jagal yang langsung akan membantai anda.


1 Comment

Polling Calon Presiden Amerika ala Penikmat Kopi

Sangat menarik dan kreatif apa yang dilakukan oleh kopi 7-eleven dalam hingar bingarnya kampanye pemilihan calon presiden Amerika. Kopi 7-eleven mengadakan jejak pendapat siapa calon presiden pilihan rakyat amerika yang menyenangi kopi. Tinggal datang ke gerai 7-eleven, pengemar kopi ini bisa menentukan siapa calon presiden pilihan mereka. Tersedia dua warna cup pertama warna merah diasosiasikan kepada John MCain dan warna biru untuk Barrack Obama. Hasil pollingnya bisa dilihat di situs http://www.7-election.com.

Disamping tujuan untuk mengetahui calon presiden mana yang populer di kalangan rakyat Amerika, saya melihat ini adalah salah satu strategi promosi produk yang cerdas, dengan mengabungkan strategi marketing online dan offline. Untuk melakukan polling orang harus datang ke gerai-gerai kopi 7-eleven dan kemasan yang dibuatpun sangat menarik, kemudian untuk melihat hasil polling tersebut maka orang harus masuk ke microsite 7-election.com. Di microsite ini ada hasil polling setiap negara bagian.

Menurut saya dua strategi ini saling mendukung untuk kampanye produk dan layanan mereka  terkait dengan pemilu Amerika tersebut. Hal ini dapat terlihat ketika  masuk ke official site 7-eleven.com maka tampilan di homepagenya adalah icon polling 7-election.  Dari yang saya baca di situs mereka polling ini sudah dilakukan untuk tiga kali pemilihan presiden Amerika tahun 2000, 2004 dan sekarang 2008.

Pada pemilu 2000 hasil dari polling ini sesuai dengan hasil pemilu Amerika begitupun tahun 2004, apakah ini memperlihatkan bahwa penikmat kopi representatif terhadap rakyat Amerika belum tentu benar, tapi kalau dari kaidah statistik bahwa sampel yang diambil adalah sampel acak di setiap wilayah ini sudah memenuhi.

Hasil dari polling ini bisa mereka publikasikan ke pada masyarakat dan dengan sendirinya brand awarness terhadap produk kopi mereka juga meningkat. Hal ini juga bisa menjadi efek viral tersendiri bagi khalayak karena keingintahuan mereka terhadap hasil polling dari penikmat kopi. Dan bukankan kopi saat ini telah menjadi gaya hidup, bisa saja penikmat kopi yang sebelumnya memakai produk lain ingin mencoba kopi merek ini sekaligus ingin ikutan polling calon presiden. Nah dari kesan pertama ini bisa saja muncul costumer-costumer baru tergantung kepada produk kopinya sendiri.

Sebuah strategi promosi yang cerdas dengan menggabungkan dua jenis media..Kefikiran kerjasama dengan salah satu pemegang merk kopi untuk polling di Indonesia.


86 Comments

Ahmad Dinejad Lebih Fenomenal dari Obama

Kalau berbicara pemanfaatan internet (non tradisional media) sebagai medium kampanye pasti semua orang berkiblat kepada keberhasilan Obama dalam mendulang dukungan untuk bisa maju sebagai calon presiden Amerika. Tapi sebenarnya jauh sebelum itu seorang Ahmad Dinejad telah berhasil memenangkan pertarungan menuju kursi presiden Iran juga dengan strategi komunikasi non tradisional. Kenapa saya menyebutnya lebih fenomenal, karena pada saat itu belum begitu berkembang situs social networking seperti yang digunakan Obama, selain itu jika dibandingkan dana kampanye yang dimiliki maka strategi Ahmad Dinejad lebih efektif karena dana kampanyenya sangat minim beda jauh dengan dana kampanye yang dimiliki Obama.

Memang Ahmad Dinejad baru jadi buah bibir ketika sudah menjadi presiden Iran dengan nyata-nyata berani membusungkan dada melawan hegemoni Amerika. Jarang orang membicarakan bagaimana dia dapat naik menjadi presiden dan strategi komunikasi seperti apakah yang ia gunakan. Sangat minim sekali data mengenai strategi tersebut, ketika saya googling pun ternyata tidak ada satupun data yang berhubungan lagnsung dengan strategi komunikasi yang dipakai oleh Ahmad Dinejad. Walaupun ada satu-satunya yang bisa dijadikan sumber adalah biografi yang ditayangkan oleh Metro TV itupun lebih ke arah sepak terjang politiknya.

Diluar dari pemilihan isue yang tepat, cara meyakinkan para elit ulama Iran yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan reputasi ketika menjadi Walikota Taheran, ada sebenarnya strategi komunikasi non tradisional yang dipakai Ahmad Dinejad untuk kampanyenya. Strategi ini diambil karena keterbatasan dana yang dimiliki dan untuk bisa bersaing dengan Rafsanjani yang di dukung oleh kekuatan finansial dan mayoritas menguasai pemberitaan media di Iran. Menurut salah seorang kenalan sewaktu diskusi tentang strategi kampanye yang menggunakan dana yang minim, cara komunikasi Ahmad Dinejad sangatlah patut untuk di tiru, dengan membuat sebuah video tentang kehidupannya sehari-hari ketika di kampus dan ketika menjadi walikota Taheran kemudian video tersebut disebar melalui internet dan dalam bentuk keping CD. Jangan bayangkan video yang disebar dibuat oleh agency profesional dengan kualitas dan arahan sutradara yang bagus seperti beberapa iklan Obama di youtube dan iklan-iklan calon presiden Indonesia, video tersebut dibuat secara amatir oleh teman-teman Dinejad sesama dosen. Tapi ternyata efeknya sangat besar bahkan bisa mengalahkan Rafsanjani yang menggunakan seluruh media yang ada sebagai fasilitas kampanye.

Terlepas dari sahih dan tidaknya cerita teman saya ini, kita dapat melihat apakah yang lebih penting di belakang cara itu semua. Menurut saya ketika sesuatu ingin diperkenalkan kepada masyarakat dan ingin menempatkan diri di tengah masyarakat maka kualitasnya harus benar-benar bagus. Dan itulah yang menjadi kunci kemenangan fenomenal Ahmad Dinejad melawan Rafsanjani, selain menggunakan cara dan strategi yang tepat, konten komunikasi yang disampaikan itu adalah hal yang benar-benar berkualitas dan menarik bagi target komunikasinya.

Jadi tertarik untuk melakukan research tentan strategi yang dipakai oleh Ahmad Dinejad memenangkan pertarungan politik di Iran. Dan saya tetap yakin Ahmad Dinejad lebih fenomenal dari Obama…