Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


2 Comments

Tidak ada Ide Original di Dunia Ini

Postingan ini terinspirasi dari hasil diskusi dengan teman-teman di kantor untuk proyek “iseng” di sela pengembangan platform medresa.  Proyek “iseng” ini adalah ujicoba apa yang telah dilakukan google dengan memberikan 20 % waktu kepada karyawannya untuk membuat proyek pribadi.

Setelah diskusi cukup panjang untuk mendorong teman-teman dikantor memikirkan proyek apa yang akan mereka bikin, ada sebuah kendala ternyata. Bagaimana mendapatkan ide sehingga proyek tersebut memang bisa berhasil bukan hanya dari sisi aplikasinya jadi tapi juga bisa menjawab kebutuhan user. Pertanyaan ini juga mungkin selalu muncul di beberapa seminar atau workshop yang berhubungan dengan kewirausahaan, saya mau bisnis, tapi kira2 bisnis apa ya yang akan saya lakukan?

Menurut saya, sebenarnya ide tersebut sudah banyak bersebaran dan sudah diimplementasikan, tapi pasti tetap ada celah dari yang sudah ada asalkan kita mau untuk berfikir sedikit. Pasti sudah sering dengar dengan selogan ATM, amati, tiru, modifikasi. Yang paling penting sebenarnya bukan dari ide yang cemerlang tersebut tapi dari motivasi dan kemauan untuk memulainya, dan itu harus didasari oleh passion kita masing-masing.

Di dunia ini sebagian besar ide tidak orisinal, seperti sejarah, ide tersebut adalah pengulangan dari hal-hal lampau yang kemudian berkembang sesuai dengan zamannya. Kita lihat mobil sebenarnya adalah modifikasi dari kereta yang sebelumnya ditarik oleh hewan, begitupun dengan komputer (modifikasi memang canggih sih!). Kalau berbicara hasil produk IT dan web, hampir semua adalah hasil dari inovasi yang memodifikasi yang sudah ada.  Bahkan situs terbesar sekarang facebook.com adalah hasil ATM dari friendster yang sudah ada sebelumnya.

Jadi tidak susah kan untuk memulai, tinggal keinginan itu, kemudian cari yang sudah ada pake ilmu ATM tersebut, selamat mencoba


Leave a comment

Ide, Project, Startup, Crowd Funding

Akhir-akhir ini dikalangan penggiat teknologi informasi dan narablog Indonesia sedang heboh-hebohnya dengan istilah startup.  Istilah startup sendiri menurut wikipedia berbahasa Inggris adalah:

A startup company or startup is a company with a limited operating history. These companies, generally newly created, are in a phase of development and research formarkets. The term became popular internationally during the dot-com bubble when a great number of dot-com companies were founded.

Ya sebenarnya istilah ini masih dalam lingkup enterpreneurship yang sedang hangat-hangatnya di Indonesia, tapi istilah ini memang akhirnya banyak dipakai untuk perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi informasi, karena memang untuk mendirikannya tidak perlu modal yang besar.

Startup menurut yang saya amati memang bermula dari ide untuk memberikan solusi IT terhadap permasalahan di dunia nyata, kemudian diimplementasikan dalam bentuk project (biasanya 2-3 orang), dan setelah itu project tersebutlah yang merupakan cikal bakal berdirinya perusahaan baru. Permasalahan setelah project berjalan dan menghasilkan prototype adalah bagaimana ide tersebut bisa diterima di pasar. Tapi saat ini dengan banyaknya orang berkumpul di social media proses memasarkan ide itu akan lebih gampang dilakukan. Produk bagus, pasti bisa diterima dengan baik dipasar.

Nah selanjutnya tantangan yang akan dihadapi startup adalah bagaimana mendapatkan pendanaan untuk pengembangan project tersebut sehingga bisa menjadi perusahaan yang mapan. Kalau di Amerika pendanaan tahap awal biasanya sudah dibantu oleh Angel investor kemudian ketika perusahaan sudah mulai mendapatkan basis customer maka Venture Capital akan membantu pendanaan perusahaan untuk menjadi besar. Bagaimana dengan Indonesia?? Iya bagi Indonesia ini menjadi tantangan tersendiri untuk bisa bertahan mengembangkan ide kemudian bisa menjadi bisnis yang menghasilkan. Itu juga terjadi pada startup yang sedang saya bangun sekarang, Medresa.

Berdasarkan pengalaman beberapa hari belakang setelah mencari peluang-peluang pendanaan yang lebih besar untuk pengembangan medresa, akhirnya saya menemukan konsep di luar negeri yang sekarang ini sedang cukup gencar dilakukan untuk pendanaan startup. Konsepnya mengikuti Wisdom of Crowd, pendanaan dilakukan oleh banyak orang untuk satu project yang mereka sukai. Sekali lagi konsep web 2.0 sangat membantu dalam model ini. Enterpreneur, Expert dan Pemilik dana berkumpul dalam satu platform web. Enterpreneur bisa menampilkan project mereka untuk kemudian di backup pendanaan oleh kumpulan kerumunan (crowd). Konsepnya seperti koperasi tapi ini lebih cair dan tidak ada ikatan yang formal, setiap orang bisa memilih project mana yang ingin mereka bantu pendanaanya.

Bisa dicoba bagi yang punya project salah satu contohnya di http://kickstarter.com