Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


1 Comment

Hus…hus…pergi dari Google!!! (cuil.com)

Mungkin inilah kata-kata yang paling tepat sekarang untuk mengambarkan keinginan dari para pendiri cuil (pengetahuan dalam bahasa irlandia) dibaca cool . Situs mesin pencari saingan google yang terbaru ini didirikan oleh mantan insiyur Google Anna Petterson bersama dengan suaminya Tom Costello, dan dua mantan insinyur Google lainnya, Russell Power dan Louis Monier. Perusahaan start up ini didukung dengan suntikan dana sebesar US$ 33 juta berasal dari Madrone Capital Partners, Greylock Partners dan Tugboat Ventures.

Cuil yang baru beroperasi secara resmi sejak 28 Juli 2008 mengklaim bahwa dengan kapasitas index pencarian halaman web sebanyak 121.617.892.992 ini lebih banyak tiga kali lipat dari jumlah kapasitas index Google walaupun tidak ada data jelas berapa besar kapasitas index Google sekarang. Selain juga mengklaim bahwa dengan sistem yang mereka kembangkan jumlah komputer yang digunakan lebih efisien, keunggulan lainnya menurut mereka adalah hasil pencarian yang diberikan tidak selalu menampilkan web yang populer tapi dengan menganalisa terlebih dahulu keyword yang dicari sehingga hasil pencarian lebih fokus kepada konten dari pencarian. Metode ini menurut Danny Sullivan akan mungkin menarik bagi para pengguna.

Menurut pihak Cuil, tidak semua keyword yang dimasukkan mempunyai pengertian yang sama. Cuil yakin keywords yang digunakan oleh seseorang memiliki pengertian dan konteks yang berbeda. Hal ini secara tidak langsung cukup menjamin privasi seorang pengakses. Bahkan Cuil memastikan bahwa mereka tidak akan mengumpulkan informasi personal yang diakses oleh pengunjungnya (salah satu hal kontroversial dari Google).

Perbedaan yang sangat mencolok dari situs-situs mesin pencari lainnya adalah tampilan situsnya. Halaman pertama Cuil berani tampil beda dengan memakai warna dasar hitam dengan tulisan cuil gabungan warna abu dan biru (seperti gambar)

Selain itu tampilan hasil pencariannya juga tidak mengikuti kebiasaan mesin-mesin pencari lainnya yang menampilkan teks memanjang ke kanan. Cuil membuat tampilannya berupa kolom-kolom dan pengguna bisa mengatur sendiri jumlah kolom yang inginkan. Selain itu hasil pencarian juga langsung dilengkapi dengan gambar jadi lebih mendekati tampilan majalah.

Dengan segala macam keunggulan walaupun baru klaim dari pihak Cuil, mampukah mereka untuk membuat orang-orang meninggalkan google dan memakai Cuil?!?! masih jadi tanda tanya besar. Dari beberapa ulasan dari beberapa situs masih banyak kekurangan dibandingkan dengan Google. Simak komentar dari Kompas.com

denny @ Selasa, 29 Juli 2008 | 21:02 WIB
BOHOOOO….G saya dah buktikan sendiri pake Cuil dan ternyata mang di cuil keluar gambar tapi bikin lama jd bosen. trus pas masukin url yang di cari malah gk gk ada data nya.Jd GOOGLE tetap Number One….

arto @ Selasa, 29 Juli 2008 | 22:09 WIB
apanya yang cool,kalo buat yang g bisa basa planet ya ampuuuun pelatih…mending pake gogle aja coy,paling gak kita ngerti karna bahasanya original.

Atau ulasan dari sini

I played around with Cuil to check out its search results this morning, and was not impressed. Cuil does not have the algorithms to compete with Google. (James Hamilton)

Apapun komentar yang dikeluarkan baik yang pesimis dan optimis, waktu yang akan membuktikan semuanya. Tapi satu hal kapan ya orang Indonesia bisa seperti ini?, atau ada perusahaan ventura yang berani mengelontorkan uang seperti ke Cuil dan perusahaan-perusahaan lainnya di Silicon Valley termasuk Google sendiri.

Advertisements