Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


1 Comment

Edutainment via Social Media, Orang Tua Harus Menemani dan Mengarahkan

Banyak konten-konten yang bermutu dan bermanfaat untuk pembelajaran dan perkembangan anak di Social Media. Salah satu yang cukup menarik adalah konten video yang ada di Youtube.com. Kita pasti semua sepakat bahwa belajar dari konten yang bersifat audio dan visual akan lebih menarik dan menyenangkan, apalagi kemudian ditambahkan eksperiens sosial berupa berbagi dengan teman melalui fitur share di facebook ataupun twitter. Tapi ada suatu hal yang harus diperhatikan ketika kita mengkonsumsi itu lewat sosial media, karena sifatnya bebas dan terbuka maka untuk anak-anak harus tetap ditemani dan diarahkan oleh orang tua.

Memang di Indonesia cukup bebas, tidak ada aturan yang ketat mengenai konsumsi media sosial, walaupun sudah ada aturan dari situs semisal facebook.com yang membatasi penggunanya diatas 13 tahun, tapi tetap saja anak-anak SD di Indonesia sudah banyak yang mempunyai akun. Kalau di luar negri, situs semacam togetherville.com (sosial media khusus anak-anak) untuk mendaftar harus melalui akun orang tua, dan setiap aktifitas anaknya orang tua akan bisa mengawasinya.

Khusus untuk situs seperti youtube.com dan yang sejenis, dimana untuk mengakses konten tidak dibatasi (kecuali konten dewasa) tugas orang tua adalah memfilter mana saja konten yang cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan peran seperti ini, selain anak-anak akan menikmati belajar sambil bermain, kedekatan antara orang tua dan anak akan semakin tinggi intensitasnya.


Leave a comment

Memahami SEO (Search Engine Optimization) untuk Meningkatkan Trafik ke Situs

Dari hasil iseng kembali melihat konsep SEO, saya mencoba untuk membuat semacam struktur untuk belajar cara SEO. Ini saya sarikan dari tutorial di blog SEOMoz.

Konsepnya sederhana dan saya yakin semua orang dapat mempelajarinya dengan mudah, tapi permasalahannya harus tekun untuk bisa kemudian sukses mengoptimasi strategi search engine. Berikut silabus yang mesti dipelajari:

  • Cara Kerja Search Engine

o  Crawling dan Indexing

o   Menyediakan jawaban pencarian

o   Guidelines 3 SE terbesar (Yahoo, Google, Bing)

  • Cara Manusia berinteraksi dengan Search Engine
  • Pentingnya Search Engine
  • Dasar Desain dan Pengembangan web  SE friendly

o   indexable content (konten)

o   crawlable link structures

o   keyword usage &targeting (kata kunci)

o   keyword density

o   onepage optimization

o   Tag Judul

o   Meta Tag

o   URL Structures

o   pedoman URL

o   Pengaturan Konten

o   Mempertahankan posisi

  • Riset Kata Kunci

o   Cara menilai kata kunci

o   Konsep Longtail

  • Usability, User Experience & Konten
  • Membangun Popularitas dan Tautan

o   Links Signal

o   Dasar Link Building

o   contoh strategi link building

  • Search Engine Tools & Service

o   sitemap, robots.txt,meta robots,rel

o   Search Engine Tools

  • Mitos dan Konsep yang keliru tentang Search Engine
  • Mengukur dan Melacak Kesuksesan

untuk mengetahui isinya silakan masuk ke tautan link diatas. (SEO moz)


Leave a comment

SBY aja Pake iPad, Dunia Pendidikan Jangan Kalah dong!!!

Perhatikan Gambar dibawah ini dengan seksama

Yang jelas ini bukan promosi iPad seperti yang sekarang heboh digosipin tentang Presiden SBY ketika pidato tadi malam.
Foto di atas sedikit menggambarkan bagaimana anak-anak sekarang mengkonsumsi media, iya! lewat peralatan digital. Dari mulai memakai Laptop, mp3 player, sampai yang paling anyar adalah menggunakan tablet PC semacam iPad atau saingannya android Tab.

Dengan perkembangan ini seharusnya dunia pendidikan khususnya guru tidak boleh ketinggalan. Penggunaan peralatan digital ini akan sangat membantu pembelajaran. Khusus untuk tablet PC sebuah buku digital (ebook) dapat dikonsumsi  sama dengan pengalaman membaca buku di dunia nyata. Bahkan yang lebih hebat, yang terjadi di film seperti Harry Potter bisa diwujudkan, sebuah buku dengan gambar bergerak yang menjelaskan suatu peristiwa dengan tampilan multimedia.

Menurut saya penerapa di dunia pendidikan akan dapat dengan cepat diimplementasikan, lha harga  tablet PC lebih murah dari pada netbook, dan untuk penerapannya kita tidak perlu dulu menerapkan model  e-learning konvensional (bisa langsung loncat ke model ini). Yang penting sekarang adalah bagaimana untuk membentuk budaya pembelajaran digital ini.

Penasaran Bapak atau Ibu Guru mana dari sekolah mana nih yang mau memulai.


Leave a comment

E-learning 2.0: Portofolio Profesional dan Berbagi Pengetahuan dengan Linkedin.com

Salah satu situs jejaring sosial yang cukup tinggi perkembangannya adalah linkedin.com selain twitter.com dan tentunya facebook.com. Bedanya linkedin dengan yang lain adalah fitur yang tersedia berguna untuk membuat sebuah resume tentang pengalaman profesional kita. Dari penjelasan tentang layanan mereka sendiri (tautan) disebutkan salah satu yang dititikberatkan adalah untuk karir dan pekerjaan melalui fitur riwayat profesional tadi. Nah dapatkan ini dimanfaatkan untuk dunia pendidikan terutama sekolah?

Bagi guru linkedin bisa dimanfaatkan sebagai profil profesional mereka. Selain untuk profil profesional yang berisi tentang riwayat pendidikan dan pekerjaan, linkedin juga menyediakan fitur grup. Fitur ini dapat dimanfaatkan sebagai medium diskusi terkait dengan bidang yang diminati ataupun sebagai kelas virtual, tentu saja siswa-siswanya harus diundang ke grup tersebut. Di dalam grup setiap anggota bisa memulai sebuah diskusi dengan melemparkan sebuah ide, gagasan ataupun masalah yang nantinya akan ditanggapi oleh anggota grup lainnya.

Kalaupun tidak ingin membuat grup sendiri banyak grup yang sudah berdiri di linkedin yang membahas topik-topik yang berhubungan dengan pekerjaan dan profesi, dan tentu saja diisi oleh profesional-profesional di bidangnya.

Jadi saatnya membuat portofolio online sekaligus berbagi pengetahuan

 

 


Leave a comment

Murid sebagai Center, Guru Fasilitator dan Motivator

Sosial Learning (personal learning) sangat menekankan kepada kegiatan murid sebagai pusat dari pembelajaran. Dengan internet hal itu akan sangat mudah dilakukan, karena berjuta-juta resource tentang pengetahuan tersedia secara gratis. Contoh yang paling terkenal adalah situs wikipedia.org.

Dari hasil pengamatan yang saya lakukan dalam beberapa waktu belakang pada pilot project Medresa di salah satu SMP di Bandung, peran guru masih harus cukup besar untuk terciptanya suasana belajar yang berpusat kepada siswa tersebut. Tapi perannya sekarang harus dirubah, kalau dulu adalah sebagai sumber ilmu, sekarang lebih menjadi seorang fasilitator dan motivator bagi muridnya untuk menggali lebih dalam lagi pengetahuan yang mesti mereka pelajari.

Sebagai fasilitator seorang menurut saya harus memainkan peran sebagai media penghubung antar pengetahuan yang didapatkan anak melalui proses belajar mandiri. Dan tentu saja para guru tidak boleh ketinggalan informasi sehingga dalam proses diskusi tentang suatu pengetahuan sang guru tetap bisa menjadi penunjuk arah ketika diskusi sudah keluar dari jalur yang seharusnya. Selain itu tugas fasilator tentu saja mengarahkan proses belajar mengajar sehingga tidak keluar dari kurikulum yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selanjutnyaperan sebagai seorang motivator sudah tentu akan sangat berguna bagi proses belajar mandiri. Seorang guru harus bisa memancing murid-muridnya untuk bisa melakukan proses pembelajaran tersebut kemudian bisa menghasilkan sebuah pemahaman yang komprehensif terhadap suatu topik pembelajaran.

Dengan terciptannya sinergisasi antara guru sebagai fasilitator dan motivator dengan  proses belajar mandiri siswa maka hasil yang akan didapatkan saya yakin akan lebih baik daripada ketika seorang guru menjadi penceramah di depan kelas.


Leave a comment

Kalau Dibatasi Mereka Jadi Ga Kreatif

Dalam beberapa hari ini sering sekali saya mendengar diskusi dengan kata kunci kreatif, walaupun sehari-hari selalu berhubungan dengan kreatifitas. Mulai dari tweet teman, yang mempertanyakan kenapa science tech tidak dimasukkan ke dalam kategori kreatif, diskusi tentang desain web di kantor, sampai ucapan teman bahwa kalau dibatasi kreatifitas seseorang akan menurun.

Sejarah telah mencatat, sebenarnya kreatifitas itu tidak berhubungan dengan latar belakang keilmuan, mau dia science, humaniora dan seni semuanya mengandung unsur kreatifitas untuk mencipta dan mengembangkan sesuatu. Contoh kasus penemuan mesin uap, pesawat terbang (yang sangat fisika dan matematis) membutuhkan kreatifitas dan imajinasi untuk bisa kemudian tercipta penemuan tersebut.

Contoh dikotomi lainnya munculnya kata kreatif IT, dan itu kemudian terimplementasi dalam divisi di organisasi perusahaan antara bidang kreatif dan bidang IT. Bukankah kedua-duanya membutuhkan kreatifitas, desain jelas harus kreatif, tapi pemograman juga butuh kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan suatu program yang efektif dan efisien.

Konsen tulisan saya yang terakhir adalah tentang pembatasan yang akan menghambat kreatifitas, saya agak kurang setuju, karena pada realitasnya dunia ini memang terbatas, dan dengan keterbatasan itu justru muncul sebuah ide-ide besar yang mengagumkan. Menurut saya itu kreatiftas sejati.

Ngomong-ngomong jadi ingat kalau untuk mendesain pesawat itu pake persamaan matematika. Sangat kreatif lho.


Leave a comment

Ncomputing, Solusi Hemat untuk Lab Komputer Sekolah

Kalau kita masuk ke laboratorium komputer atau warnet maka yang akan kita temui selama ini adalah setiap penguna akan menggunakan satu monitor dengan satu CPU. Jadi kalau kita ingin membangun sebuah lab komputer sekolah atau warnet dengan jumlah komputer 20 unit, maka kita harus menyiapkan 20 CPU, 20 monitor dan aksesoris lainnya ditambah 1 server. Terbayang kan berapa investasinya dan biaya operasional yang akan dikeluarkan setiap bulannya.

Pernah membayangkan ga?, satu komputer (satu server kemudian diakses dan bisa digunakan bersama-sama oleh sejumlah monitor tanpa ada perangkat CPU di masing-masing pengguna. Sebuah penghematan yang cukup besar bukan? Hal ini dapat diimplementasikan dengan teknologi virtualisasi desktop. Teknologi ini mirip dengan thinclient dimana resource satu server dipake secara bersama-sama oleh komputer client, perbedaannya adalah di sisi client tidak harus ada CPU lag, cukup ada suatu hardware dengan pemakaian daya 5 watt, dan satu software virtualiasi di sisi server.

Dengan penggunaan teknologi ini akan sangat menghemat penggunaan listrik dan memudahkan dalam maintenance, karena yang perlu di maintain hanya si server saja. Dari review yang saya baca, dan ulasan di beberapa forum, PC server dengan spek core 2 duo dapat disharing antara 5 sampai 10 client.

Untuk hardware virtualiasasi desktop ini sudah banyak yang beredar di pasaran, baik yang produk amerika maupun yang buatan cina. Yang cukup terkenal dan realebel adalah Ncomputing

 


1 Comment

Elearning 2.0: Kelas Virtual (virtual classroom) dengan Twitter.com

Twitter adalah situs mikroblogging (dikatakan mikro mungkin karena pembatasan penyamapaian ide hanya 140 karakter). Saya pernah mengulas ini pada tulisan ini.

Pada tulisan itu saya membahas secara umum, karena memang fenomenanya pada saat itu sedang booming di Indonesia. Sekarang saya ingin membahas lebih spesifik tentang fitur yang ada sekaligus pemanfaatannya untuk e-learning khususnya di sekolah.

Fitur-fitur utama di twitter antara lain

–  perbaharui status (tweet), apapun yang ada di dalam fikiran kita bisa dibagi dengan orang lain dalam 140 karakter. Jadi mesti pandai-pandai dalam memanfaatkan keterbatasan ini. Tweet kita akan muncul di timeline orang-orang yang mengikuti kita(follow)

– follow, dengan fitur ini akan setiap tweet user lain yang kita follow maka akan muncul di timeline kita. Tapi tweet dari user yang tidak kita follow pun bisa kita lihat dengan menggunakan fitur search (pencarian).

– melibatkakan  user lain (mention), dengan menggunakan perintah @nama user di form update status, dengan fitur ini apa yang kita tulis akan langsung masuk ke bagian mention user tersebut. User lain tetap dapat melihat tweet ini

– tagar (hashtag), menggunakan perintah #namatopik pada saat memperbaharui suatu status, dengan menggunakan “#” setiap status ada tagar ini akan terkelompok menjadi suatu topik.

– Direct messege (DM) dengan fitur ini kita dapat mengirimkan suatu pesan pribadi kepada user lain.

-trending topic, adalah kata-kata (topik) tertentu yang sedang banyak dibicarakan oleh user twitter, untuk topik yang dari awal direncakan untuk menjadi trending topik sebaiknya menggunakan tagar.

Nah dengan fitur utama diatas, proses belajar belajar dan berbagi ilmu pengetahauan dapat dilakukan dengan cara.

– Guru dan murid membuat akun twitter dan saling follow

– mulai memposting suatu tweet dan kemudian selalu menambahkan dengan topik tertentu di postingan tersebut dengan menggunakan tagar.

– guru dan murid dapat berbagi pemikiran melalui tagar tersebut.

-murid yang telat dapat mengikuti setiap postingan dengan mencari tagar tersebut pada fasilitas pencari.

Dengan melakukan kegitan seperti ini maka terbentuklah sebuah kelas virtual.  Setiap topik akan dengan mudah ditelusuri proses diskusi dan berbaginya melalui tagar.

Berani mencoba di kelas anda?

 

 

 


2 Comments

Google Apps Versi Edukasi, Guru dan Murid Berkolaborasi Real Time

Apakah anda pengguna Gmail, pernah menggunakan Google apps? Apa itu ya? Saya pengguna Gmail tapi ga tau apa itu Google apps? Buat yang belum tahu, Google apps adalah layanan berbasis web dari Google untuk kolaborasi dan komunikasi di dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Google apps terdiri dari:

– Gmail,

– Google Kalender

– Google Document, terdiri dari aplikasi wordprocessor , spreadsheet, dan presentasi

– Google group

– Google Site, aplikasi untuk

– Google Video

– Google talk

Semua aplikasi ini sama seperti layanan standar google, bedanya adalah kita bisa set up layanan tersebut dengan nama domain organisasi kita. Misalnya alamat email adalah nama@namaorganisasi.com.

Untuk lembaga pendidikan sendiri Google memberikan layanan gratis google apps for educatation. Setiap sekolah yang mendaftarkan diri ke layanan ini dapat membuat akun email dengan alamat domain sekolah untuk semua murid, guru dan karyawan. Akun ini nantinya dapat digunakan untuk memakai fasilitas lainnya di google apps, seperti google doc, google kalender dan lain-lain.Dan yang paling penting setiap sekolah akan diberikan panel kontrol untuk pengelolaan semua akun anggota yang berada di bawah akun sekolah tersebut.

Untuk keperluan pembelajaran selain penggunaan email, aplikasi google document akan sangat membantu guru dan murid untuk berkolaborasi secara real time. Caranya sangat gampang, dengan masuk terlebih dahulu menggunakan akunnya seorang guru dapat membuat sebuah dokumen word, spreadsheet dan presentasi kemudian membagi dokumen tersebut kepada murid-murid yang akunnya sudah terdaftar, dan secara real time murid akan bisa melihat setiap perubahan di dokumen tersebut. Atau presentasi dari guru atau murid bisa dinikmati bersama-sama secara real time dari tempat yang berbeda dan semua akun yang diberi hak oleh pembuat dokumen dapat melakukan perubahan terhadap dokumen tersebut. Selain itu antar anggota dapat melakukan chating personal ataupun group untuk membahas dokumen yang dibagai.

Selain layanan dokumen, google kalender juga bisa digunakan untuk membuat jadwal pelajaran dan jadwal kegiatan sekolah dan semua anggota bisa mengetahui jadwal tersebut secara real time.

Masih bigung. silakan coba dulu versi gmailnya.  Dan untuk penggunaan google apps bisa daftar di http://www.google.com/a/help/intl/en/edu/

Versi pendidikan ini juga bisa dikolaborasikan dengan aplikasi yang sudah ditanamkan sebelumnya.