Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya


1 Comment

Personal dan Profesional Branding Lewat Blog

Beberapa waktu yang lalu ketika kemunculan facebook dan twitter, para narablog mulai jarang memperbaharui isi blog mereka. Dari sana muncul diskusi apakah ini adalah titik matinya blog atau justru blog menemukan bentuk lainnya. Pendapat pertama ternyata tidak benar, karena masih banyak orang-orang yang konsisten memperbaharui konten blognnya ataupun bermunculan blog-blog baru. Pendapat kedua yang mengatakan blog akan menemukan bentuk lain, sepertinya bisa dikatakan benar, karena blog yang semula adalah curahan pribadi berubah ke arah yang sifatnya profesional dan konten-konten yang punya nilai yang lebih dari sekedar diari, karena kebutuhan curhat pribadi sudah terpenuhi dengan adanya facebook dan twitter (setidaknya ini yang saya amati di Indonesia).

Mengenai perubahan arah blog ini, kemaren ada teman yang mengirimkan email ke saya meminta komentar terhadap strategi personal brandingnya. Awalnya dia membuat dua blog, pertama blog spesifik pada isue tertentu dan yang kedua blog yang sifatnya lebih general. Tapi ternyata setelah beberapa lama energinya tidak cukup, akhirnya yang spesifik mulai tidak terurus. Jadi strategi seperti apa yang cocok tanyanya.

Saya akhirnya memberikan contoh dua orang narablog yang mempunyai strategi beda pertama adalah Pak Nukman Luthfie dan yang kedua adalah Uda Roni Yuzirman. Kalau Pak Nukman beliau mempunyai dua blog (http://virtual.co.id/blog dan http://nukmanluthfie.com), blog profesional dan blog pribadi. Blog profesional sekaligus korporat blog berisi tentang hal yang spesifik tentang dunia digital marketing, dan sekarang blog tersebut diisi bukan hanya oleh beliau lagi tapi oleh tim Virtual Consulting. Sedangkan blog personal beliau lebih berisi pandangan yang lebih general baik tentang bisnis atau isu-isu yang sedang hangat.

Bandingkan dengan Uda Roni, blog http://roniyuzirman.com berisi semua hal mulai dari yang pribadi sampai pandangan-pandangan beliau tentang  profesinya sebagai pengusaha busana muslim, dan ada juga tentang dunia kewirausahaan.

Nah mana yang paling efektif? menurut saya dua-duanya efektif untuk personal branding, tinggal apa objektif kita dan sejauh mana energi yang dipunya untuk pengelolaannya.

Jadi mari ngeblog lagi..


Leave a comment

Memahami SEO (Search Engine Optimization) untuk Meningkatkan Trafik ke Situs

Dari hasil iseng kembali melihat konsep SEO, saya mencoba untuk membuat semacam struktur untuk belajar cara SEO. Ini saya sarikan dari tutorial di blog SEOMoz.

Konsepnya sederhana dan saya yakin semua orang dapat mempelajarinya dengan mudah, tapi permasalahannya harus tekun untuk bisa kemudian sukses mengoptimasi strategi search engine. Berikut silabus yang mesti dipelajari:

  • Cara Kerja Search Engine

o  Crawling dan Indexing

o   Menyediakan jawaban pencarian

o   Guidelines 3 SE terbesar (Yahoo, Google, Bing)

  • Cara Manusia berinteraksi dengan Search Engine
  • Pentingnya Search Engine
  • Dasar Desain dan Pengembangan web  SE friendly

o   indexable content (konten)

o   crawlable link structures

o   keyword usage &targeting (kata kunci)

o   keyword density

o   onepage optimization

o   Tag Judul

o   Meta Tag

o   URL Structures

o   pedoman URL

o   Pengaturan Konten

o   Mempertahankan posisi

  • Riset Kata Kunci

o   Cara menilai kata kunci

o   Konsep Longtail

  • Usability, User Experience & Konten
  • Membangun Popularitas dan Tautan

o   Links Signal

o   Dasar Link Building

o   contoh strategi link building

  • Search Engine Tools & Service

o   sitemap, robots.txt,meta robots,rel

o   Search Engine Tools

  • Mitos dan Konsep yang keliru tentang Search Engine
  • Mengukur dan Melacak Kesuksesan

untuk mengetahui isinya silakan masuk ke tautan link diatas. (SEO moz)


1 Comment

Tidak Cukup dengan Punya Website

Ada postingan menarik dari Pak Nukman tentang eksistensi di online, http://bit.ly/1GY5ia . Ternyata tidak cukup hanya ketika kita punya web saja, tapi harus difikirkan juga strategi bagaimana web tersebut bisa diketahui oleh orang lain. Dan dari user behavior di online sebagian besar mereka mencari sesuatu dari search engine seperti google dan lain-lain. Untuk bisa menjangkau target tersebut selain menggunakan konsep SEO ( organic search) juga harus memanfaatkan Search Engine Marketing (SEM) atau biasanya disebut paid search (pernah lihat pesan sponsor di sebelah kanan halaman google?).


6 Comments

Fenomena nge “tweet”

Setelah heboh-heboh facebook dan cukup jadi fenomenal di Indonesia (katanya sih sekarang sudah lebih dari 7 juta user di Indonesia), muncul lagi mainan baru yaitu twitter (situs microblogging). Mainan ini sebenarnya seperti wall dan status di facebook tapi dibatasi menjadi 140 karakter. Sejak April 2009 kemaren penggunaan twitter ini cukup mengalami kenaikan yang signifikan di Indonesia, dari analisis teman-teman di kantor katanya dipengaruhi oleh demam Blackberry (memang gadget ini memberikan aplikasi twitter terpasang langsung pagi penggunanya).

Pada awal saya mencoba twitter (jauh sebelum ini menjadi heboh di Indonesia) seperti pertama kali mencoba facebook sayapun agak bingung dan cukup lama ditinggalkan.  Tapi setelah mempelajari beberapa fitur yang ditawarkan ternyata aplikasi ini cukup menarik juga.  Dan tentunya proses update twitter ( tweet) sepertinya cocok sekali buat saya yang memang suka nyerocos ga jelas (awalnya sih begitu). Tapi kesininya setelah beberapa postingan saya yang terkait dengan beberapa topik yang ternyata hangat mulai banyak orang yang menjadi follower saya (yang mengikuti setiap postingan saya).

Fenomena twitter ini mulai muncul ke permukaan dan menjadi bahan omongan orang-orang ketika terjadi bomb di Mumbai, India. Berita tentang bomb Mumbai itu dengan segera terkabar ke seluruh dunia lewat jaringan twitter dan mendahului pemberitaan di media-media massa termasuk televisi. Di Indonesia pun kemudian twitter jadi heboh ketika terjadi peristiwa bomb Mega Kuningan sebulan yang lalu.

Pertanyaannya, apa yang menarik dari situs microblogging ini, ternyata yang membuat saya mendapatkan banyak follower dan berita tentang sesuatu cepat menyebar adalah adanya satu fitur didalamnya yang dinamakan trending topic. Trending topic ini berada di sidebar sebelah kanan ketika kita masuk kehalaman twiiter kita. Nah fitur ini akan meng”capture” semua pembicaraan yang berhubungan dengan satu kata kunci dan untuk kata kunci tertentu yang banyak dibahas oleh orang akan dimunculkan di setiap halaman twitter user.

Untuk kasus Indonesia sendiri, seprti yang  kita tahu, pernah dua kali masuk ke trending topic dan sempat menduduki posisi pertama, yaitu kasus bomb Mega Kuningan dan saat meninggalnya Mba Surip. Untuk bomb Mega Kuningan, awalnya hanya mengabarkan tentang situasi tersebut akhirnya menjadi sebuah gerakan yang dinamakan Indonesiaunite.

Dari beberapa contoh kasus di atas, saya baru menyadari ternyata twitter tidak hanya berguna untuk menyalurkan bakat nyerocos dan suka komentar saya, tapi bisa dijadikan sebagai alat untuk mengkampanyekan sesuatu, memberitakan sesuatu bahkan lebih cepat dari televisi, dan yang paling penting adalah untuk suatu merek, si pemilik merek akan bisa melihat pandangan costumer tentang produk mereka. Yang paling dahsyat adalah ketika bisa menjadi trending topic itu akan dilihat oleh seluruh user di dunia.

Tapi ga semuanya positif lho, hati-hati juga ketika mendapatkan sesuatu berita dari twiiter, belum tentu itu benar, contohnya adalah kasus pemilu iran (sampai sekarang masih jadi trending topic), banyak hal-hal yang diungkapkan ternyata tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

Jadi tertarik untk nge”tweet” alias berkicau..hehehhehe. Kata pak Nukman Luthfie (CEO Virtual Consulting) tobatlah sebelum terlambat.

Untuk yang sudah punya twitter bisa follow saya di http://twitter.com/kafey


4 Comments

Facebook for Indonesia ’09

Tulisan ini terinspirasi dari semakin banyaknya fitur-fitur facebook yang digunakan untuk kepentingan politik khususnya Pemilu Indonesia yang akan berlangsung tahun 2009. Saya tidak tahu pasti, apakah penggunaan facebook untuk kepentingan kampanye sudah dianalisis cukup dalam oleh politikus dan tim kampanyenya atau hanya latah dengan kesuksesan Obama dalam memaksimalkan facebook seperti yang ditulis Nukman Luthfie di sini

Paling tidak dari teman-teman facebook yang saya punya ada dua orang politikus yang mempunyai akun facebook paling rajin mengupdate status  dan fasilitas notes di facebook. Selain itu ada beberapa calon presiden yang memanfaatkan fasilitas pages facebook  sebagai alat kampanye dan personal branding. Diantara beberapa calon presiden tersebut (Megawati, Wiranto, Probowo, Hidayat Nur Wahid, dll), page Prabowo lah yang paling serius digarap (setidaknya dilihat dari jumlah supporter dan aktifitas di dalamnya).  

Pertanyaan besarnya seberapa efektifkan facebook bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye para politisi dan calon presiden?. Kalau dilihat dari jumlah pengguna facebook yang berada di network Indonesia menurut saya belum akan terlalu berpengaruh kepada perolehan suara mereka. Tapi ini adalah modal buat mereka untuk mempengaruhi calon pemilih rasional dan terpelajar yang bergabung di jaringan facebook. Tapi masih dibutuhkan sebuah strategi yang cukup matang dan tepat untuk menghasilkan manfaat tersebut. Yang jelas yang harus diperhatikan adalah user behaviour dari aplikasi ini.


1 Comment

Facebook untuk Promosi Online

Fenomena facebook semakin lama semakin menjadi perbincangan aja. Mulai dari e-lifestyle di Metro TV yang menghadirkan Nukman Luthfie dan Satrya Witoelar sampai ke terakhir dibahas di TV One dengan Ferry Mursyidan Baldan (anggota DPR RI), Enda Nasution( blogger) dan satu lagi artis saya lupa namanya.

Dari beberapa pembahasan itu facebook dan semua aplikasinya dikatakan lebih cocok untuk personal branding seseorang dan media untuk saling berjejaring di antara penggunanya. Tapi benarkan manfaat facebook hanya sebatas itu?

Saya mau melihat dari sudut pandang lain, facebook bisa juga dimanfaatkan lebih jauh untuk berpromosi khususnya untuk menciptakan brand awarness dari costumer terhadap suatu produk, paling tidak sekarang mempunyai potensi. Tentu saja yang dimanfaatkan dalam hal ini adalah karakter facebook sebagai platform yang memberikan kesempatan kepada developer pihak ketiga untuk membuat aplikasi di atas facebook, selain juga aplikasi groups, dan pages bisa dimanfaatkan juga untuk brand awarness sebuah produk. Tapi ini menurut saya ya, membuat aplikasi akan lebih efektif dari pada hanya membuat sebuah pages atau groups, karena dengan membuat aplikasi maka seorang calon costumer bisa kita ajak untuk lebih memahami produk yang kita tawarkan (menawarkan brand eksperien).

Untuk menghasilkan sebuah campaign yang menarik di aplikasi facebook maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya:

1. Harus bersifat sosial–> eksperien harus melibatkan banyak teman (add friends)

2. Harus menyenangkan tapi tetap memperhatikan kebutuhan orang-orang

3. harus sesimple mungkin, orang-orang tidak kesulitan ketika sudah masuk ke dalam aplikasi dan langsung tahu harus berbuat apa

4. Harus membuat seseorang untuk kembali lagi mempergunakan aplikasi tersebut berkali-berkali. Kalau bisa setiap mereka masuk ke facebook yang utama dicari salah satunya adalah aplikasi yang kita sediakan.

5. Aplikasi membuat seseorang secara sukarela untuk menjadi evangelist, tanpa merasa dimanfaatkan untuk mengiklankan sesuatu brand.

Dari lima hal diatas paling kurang bisa menjadi basic untuk bisa menciptakan sebuah aplikasi yang digunakan sebagai alat promosi produk anda. Jika aplikasi bagus maka efek viral akan bisa berjalan dengan sangat masif, pernah bermain Herroes, pirates, atau aplikasi Kidnapp di  facebook. Bukankan kita senang bermain dengan aplikasi-aplikasi tersebut?

Buat yang ingin mencoba silakan mainkan kreatifitas anda, karena yang dibutuhkan adalah kreatifitas tersebut.


    1 Comment

    Iklan PKS (Soeharto):Harus Berhati-Hati dengan Sebuah Pesan

    Setelah Iklan PKS versi sumpah pemuda menjadi kontroversi, sekarang iklan versi Hari Pahlawan pun ikut menimbulkan pro dan kontra, baik di kalangan internal PKS maupun masyarakat luas. Iklan ini mengangkat Soeharto beserta tujuh tokoh lainnya (Soekarno, Hasyim Ash’ari, M. Natsir, M.Hatta, KH Ahmad Dahlan,Jendral Soedirman, dan Bung Tomo) sebagai guru bangsa.

    Setelah menuai kritik selama lebih kurang sehari, akhirnya keluar sebuah penjelasan dari Presiden PKS Tifatul Sembiring, bisa dibaca di sini. Menurut Tifatul, telah terjadi distorsi antara pesan yang sebenarnya ingin disampaikan (konsep awal) dengan hasil eksekusi iklan tersebut.

    Berbahaya bukan?  Akan sangat jauh sekali perbedaannya jika konsep awal yang diinginkan adalah Soekarno dan Soeharto sebagai presiden telah memberikan apa yang mereka punya, dan ketiga tokoh yang lain (M.Hatta, Jendral Soedirman, Bung Tomo)sebagai Pahlawan, KH Hasyim Ash’ari,KH Ahmad Dahlan, Muhammad Natsir sebagai guru bangsa dengan yang ada di iklan di atas. Kalau eksekusi iklan sesuai dengan konsep di awal maka saya yakin tidak akan menjadi kontroversial, karena semua orang bisa menerima hal tersebut secara logis.

    Hal inilah yang harus sangat diperhatikan dalam menyampaikan pesan kepada target pesan tersebut. Diperlukan sebuah konsep kreatif yang tepat sehingga kesan yang ingin terbentuk tepat sasaran. Salah-salah strategi yang terjadi malahan kerugian buat yang menyampaikan iklan. Apalagi di dunia web 2.0 sekarang ini, dengan gampangnya orang bisa langsung mengkritisi sebuah pesan. Dengan gampang pula image tentang sebuah brand bisa terbentuk, image baikkah atau image buruk.


    Leave a comment

    Prospek Pasar bagi Marketing Online

    Hampir seminggu tidak menulis, selain menunggu komen jawaban pada postingan sebelumnya, rasa malas juga ternyata menghinggapi (katanya inilah penyakit yang paling berbahaya).

    Postingan kali ini berkaitan dengan komentar ini dan postingan sebelumnya tentang barang yang paling dicari di internet. Setelah membaca komentar dari ivan@NavinoT, saya tertarik untuk mencari tahu barang-barang apa sajakan sebenarnya yang cukup mempunyai prospek ketika di promosikan lewat media internet. Ketertarikan ini dilanjutkan dengan menampilkan status di YM, plurk dan facebook. Walaupun tidak mendapatkan respon yang banyak dari teman-teman tapi dari jawaban beberapa orang tersebut cukup untuk memberikan gambaran barang-barang yang memang dicari orang lewat internet.

    Dengan jumlah pemakai internet kira-kira lebih dari 25 juta orang (10 % penduduk Indonesia), ternyata barang-barang yang dicari di internet ternyata tidak jauh-jauh dari barang-barang elektronik dan pendukungnya, buku, pakaian, info perjalanan dan tempat wisata.  Dan untuk Indonesia internet sebagian besar masih dipakai untuk dijadikan referensi, masih sebagian kecil yang sudah melakukan transaksi online lewat internet.

    Muncul dua pertanyaan dari hasil yang saya dapat di atas, apakah memang yang mempunyai prospek cukup bagus untuk promosi di internet hanya produk tertentu seperti yang disebutkan di atas, atau untuk skup Indonesia cuma produk itu saja yang baru mencoba berpromosi melalui media internet sehingga user pun tidak menemukan cukup referensi untuk barang-barang lainnya. Tapi kalau saya pribadi lebih condong kepada asumsi kedua, hal ini didasari oleh beberapa orang teman yang saya tanya, mereka akan mencari referensi di internet sebelum mereka membeli untuk semua barang yang mereka inginkan. Jadi memang tidak menutup kemungkinan produk-produk lainnya pun mempunyai peluang cukup besar untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan internet. Toh orang-orang yang memakai internet kebutuhan mereka tidak jauh beda dengan masyarakat umum..

    Jadi kefikiran lagi, sebenarnya bukan masalah di jenis produknya, tapi lebih tepat mengetahui behaviour pengguna internet Indonesia sehingga produk apapun bisa berpromosi di internet. Yang jelas kalau untuk kampanye presiden atau atau legeslatif tidak terlalu berpengaruh.


    1 Comment

    Polling Calon Presiden Amerika ala Penikmat Kopi

    Sangat menarik dan kreatif apa yang dilakukan oleh kopi 7-eleven dalam hingar bingarnya kampanye pemilihan calon presiden Amerika. Kopi 7-eleven mengadakan jejak pendapat siapa calon presiden pilihan rakyat amerika yang menyenangi kopi. Tinggal datang ke gerai 7-eleven, pengemar kopi ini bisa menentukan siapa calon presiden pilihan mereka. Tersedia dua warna cup pertama warna merah diasosiasikan kepada John MCain dan warna biru untuk Barrack Obama. Hasil pollingnya bisa dilihat di situs http://www.7-election.com.

    Disamping tujuan untuk mengetahui calon presiden mana yang populer di kalangan rakyat Amerika, saya melihat ini adalah salah satu strategi promosi produk yang cerdas, dengan mengabungkan strategi marketing online dan offline. Untuk melakukan polling orang harus datang ke gerai-gerai kopi 7-eleven dan kemasan yang dibuatpun sangat menarik, kemudian untuk melihat hasil polling tersebut maka orang harus masuk ke microsite 7-election.com. Di microsite ini ada hasil polling setiap negara bagian.

    Menurut saya dua strategi ini saling mendukung untuk kampanye produk dan layanan mereka  terkait dengan pemilu Amerika tersebut. Hal ini dapat terlihat ketika  masuk ke official site 7-eleven.com maka tampilan di homepagenya adalah icon polling 7-election.  Dari yang saya baca di situs mereka polling ini sudah dilakukan untuk tiga kali pemilihan presiden Amerika tahun 2000, 2004 dan sekarang 2008.

    Pada pemilu 2000 hasil dari polling ini sesuai dengan hasil pemilu Amerika begitupun tahun 2004, apakah ini memperlihatkan bahwa penikmat kopi representatif terhadap rakyat Amerika belum tentu benar, tapi kalau dari kaidah statistik bahwa sampel yang diambil adalah sampel acak di setiap wilayah ini sudah memenuhi.

    Hasil dari polling ini bisa mereka publikasikan ke pada masyarakat dan dengan sendirinya brand awarness terhadap produk kopi mereka juga meningkat. Hal ini juga bisa menjadi efek viral tersendiri bagi khalayak karena keingintahuan mereka terhadap hasil polling dari penikmat kopi. Dan bukankan kopi saat ini telah menjadi gaya hidup, bisa saja penikmat kopi yang sebelumnya memakai produk lain ingin mencoba kopi merek ini sekaligus ingin ikutan polling calon presiden. Nah dari kesan pertama ini bisa saja muncul costumer-costumer baru tergantung kepada produk kopinya sendiri.

    Sebuah strategi promosi yang cerdas dengan menggabungkan dua jenis media..Kefikiran kerjasama dengan salah satu pemegang merk kopi untuk polling di Indonesia.


    86 Comments

    Ahmad Dinejad Lebih Fenomenal dari Obama

    Kalau berbicara pemanfaatan internet (non tradisional media) sebagai medium kampanye pasti semua orang berkiblat kepada keberhasilan Obama dalam mendulang dukungan untuk bisa maju sebagai calon presiden Amerika. Tapi sebenarnya jauh sebelum itu seorang Ahmad Dinejad telah berhasil memenangkan pertarungan menuju kursi presiden Iran juga dengan strategi komunikasi non tradisional. Kenapa saya menyebutnya lebih fenomenal, karena pada saat itu belum begitu berkembang situs social networking seperti yang digunakan Obama, selain itu jika dibandingkan dana kampanye yang dimiliki maka strategi Ahmad Dinejad lebih efektif karena dana kampanyenya sangat minim beda jauh dengan dana kampanye yang dimiliki Obama.

    Memang Ahmad Dinejad baru jadi buah bibir ketika sudah menjadi presiden Iran dengan nyata-nyata berani membusungkan dada melawan hegemoni Amerika. Jarang orang membicarakan bagaimana dia dapat naik menjadi presiden dan strategi komunikasi seperti apakah yang ia gunakan. Sangat minim sekali data mengenai strategi tersebut, ketika saya googling pun ternyata tidak ada satupun data yang berhubungan lagnsung dengan strategi komunikasi yang dipakai oleh Ahmad Dinejad. Walaupun ada satu-satunya yang bisa dijadikan sumber adalah biografi yang ditayangkan oleh Metro TV itupun lebih ke arah sepak terjang politiknya.

    Diluar dari pemilihan isue yang tepat, cara meyakinkan para elit ulama Iran yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan reputasi ketika menjadi Walikota Taheran, ada sebenarnya strategi komunikasi non tradisional yang dipakai Ahmad Dinejad untuk kampanyenya. Strategi ini diambil karena keterbatasan dana yang dimiliki dan untuk bisa bersaing dengan Rafsanjani yang di dukung oleh kekuatan finansial dan mayoritas menguasai pemberitaan media di Iran. Menurut salah seorang kenalan sewaktu diskusi tentang strategi kampanye yang menggunakan dana yang minim, cara komunikasi Ahmad Dinejad sangatlah patut untuk di tiru, dengan membuat sebuah video tentang kehidupannya sehari-hari ketika di kampus dan ketika menjadi walikota Taheran kemudian video tersebut disebar melalui internet dan dalam bentuk keping CD. Jangan bayangkan video yang disebar dibuat oleh agency profesional dengan kualitas dan arahan sutradara yang bagus seperti beberapa iklan Obama di youtube dan iklan-iklan calon presiden Indonesia, video tersebut dibuat secara amatir oleh teman-teman Dinejad sesama dosen. Tapi ternyata efeknya sangat besar bahkan bisa mengalahkan Rafsanjani yang menggunakan seluruh media yang ada sebagai fasilitas kampanye.

    Terlepas dari sahih dan tidaknya cerita teman saya ini, kita dapat melihat apakah yang lebih penting di belakang cara itu semua. Menurut saya ketika sesuatu ingin diperkenalkan kepada masyarakat dan ingin menempatkan diri di tengah masyarakat maka kualitasnya harus benar-benar bagus. Dan itulah yang menjadi kunci kemenangan fenomenal Ahmad Dinejad melawan Rafsanjani, selain menggunakan cara dan strategi yang tepat, konten komunikasi yang disampaikan itu adalah hal yang benar-benar berkualitas dan menarik bagi target komunikasinya.

    Jadi tertarik untuk melakukan research tentan strategi yang dipakai oleh Ahmad Dinejad memenangkan pertarungan politik di Iran. Dan saya tetap yakin Ahmad Dinejad lebih fenomenal dari Obama…