Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Kebiasaan Menulis Dipengaruhi Kebiasaan Membaca

3 Comments

Hari Ahad kemaren di kantor diadakan kopi darat pertama komunitas menulis. Komunitas ini dimulai dari group di facebook yang diinisiasi oleh seorang guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Nagreg yaitu Pak Iwan Ardi. Yang hadir kemaren sekitar 5 orang dan yang paling mengejutkan ada 2 orang yang cukup sepuh tapi masih punya semangat untuk belajar menulis.

Setelah ramah- tamah dan memperkenalkan diri, kemudian lanjut ke acara diskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi ketika menulis. Salah satu pertanyataan yang menarik buat saya adalah permasalahan hilangnya ide ditengah jalan ketika sedang menulis sesuatu, padahal di awalnya sudah menemukan topik untuk ditulis. Itu sering terjadi juga pada saya, ternyata saudara-saudara!, permasalahan kehilangan ide dan kehilangan diksi di tengah-tengah kita menulis disebabkan oleh kebiasaan kita membaca yang sering putus-putus atau terhenti ditengah. Selain itu juga karena kita kurang menguasai topik tersebut.

Dari diskusi ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk bisa menulis harus dipancing dulu dengan memperluas wawasan kita, baik dengan membaca ataupun melakukan eksplorasi terhadap suatu hal.

Jadi mari menulis dan itu bisa di mulai di blog atau facebook untuk gampangnya.

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

3 thoughts on “Kebiasaan Menulis Dipengaruhi Kebiasaan Membaca

  1. Pemikiran menarik Oom Feb🙂

    Saya tidak memahami bahwa menulis itu ternyata butuh usaha keras, sampai saya membaca tulisan Gladwell yang What The Dog Saw, dimana disitu dia menyebutkan usaha seorang penulis, untuk bisa membahasakan idenya, dalam konstruksi diksi yang informatif, butuh satuan waktu 16 tahun, edan ! Berikut membaca tulisan Bre Redana di Kompas, tentang transformasi budaya lisan ke tulisan, yang ternyata menjadi titik balik awalnya terbangun peradaban manusia, disitu titik targetnya adalah permasalahan resonansi intelektual.

    Kepentingan saya dulu menulis, adalah untuk membangun sistem, pas Pramuka dan OSIS. Kenapa menulis ? Karena komunikasi oral butuh usaha besar untuk digandakan, sedang kita butuh kecepatan menyamakan sudut pandang antar kepala, dalam satu kesatuan organisasi, dan kuncinya adalah : komunikasi literal/ tulisan. Eh, ternyata, memang itu kuncinya di pembiasaan sih Oom. Saya baru tersadarnya ya pas kuliah S1, yang dosen pun mengeluhkan rendahkan produktivitas tulisan mahasiswa, dan akademisi sendir, ternyata mereka sebelumnya tidak terbiasa😦

    Soal diksi dan konstruksi, itu bisa dilatih, ada jam terbangnya lah ya. Tetapi, kalau soal informasi, tetap dari bahan bacaan, sepakat sama tulisan sampeyan. Teknik konstruksi diksi, kalau tidak diimbangi bobot informasi yang kredibel dan faktual, nggak nyampe juga informasi yang ingin disampaikan….

    Btw, itu komunitas sudah jalan lama? Ajakin dong, saya ikutan deh, kalau memang masih ada tempat dan waktunya juga oke🙂 Suka ke Rumah Buku yang di Hegarmanah 52, Secapa ? Itu perpustakaan fancy punya alumni Unpar, Mbak Rani, tempat semedi saya sejak dulu, buat mengumpulkan amunisi, kalau mau jadiin tempat diskusi, asyik lho…

    Keep cool🙂

    • eh ada bos galih mampir, merasa tersanjung nih..hehehee
      Komunitasnya baru kok, ya diawali ngomporin si bapak untuk bikin grup di FB eh ternyata rame, ya sekalian aja coba kopdar. Trus tanggal 11 januari ntar mau ada acara rame2nya. silakan datang, ntar om galih di undang pake RSVP di FB.
      Untuk gabung search aja di FB group komunitas belajar menulis.

      Selain itu juga rencananya akan rutin kopdar tiap 2 minggu sekali.
      Rumah buku ya..hmm patut dicoba tuh nongkrong disana, btw ada wifi ga..(teuteup huehue :P)

  2. wew. setuju ma kang galih. permasalahan menulis itu memang adalah “bagaimana ide itu akan dituliskan?”..memang benar bahwa kebanyakan orang merasa, susahnya mencari ide untuk dituliskan. padahal, setalah ide itu ditemukan, bagaimana ide akan dituliskan adalah permasalahan berikutnya.

    dan kedua masalah ini (bagaimana menemukan ide dan bagaimana nmenuliskan ide) adalah masalah kebiasaan dan pembiasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s