Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Komplain Masalah Banjir sampai Pengurusan Izin,Egovernment 2.0

Leave a comment

E-Government 2.0 (social government), dalam tulisan kali ini ingin memakai istilah tersebut untuk pengguanaan social media dalam bidang pemerintahan. Tulisan ini terinspirasi  dari peluang bagi Saklik untuk mengerjakan proyek sistem informasi pelayanan perizinan satu pintu untuk Badan Penananaman Modal Daerah. Kebetulan juga tadi malam kejadian banjir dan macet di Jakarta juga sebuah hal yang menarik untuk diamati, bagaimana keluh kesah warga Jakarta yang sebenarnya ingin disampaikan kepada pemerintah sebagai pelayan publik.

Menurut saya ada dua hal utama yang menjadi hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Pertama kita berhubungan dengan pemerintah ketika ada keperluan pengurusan segala sesuatu izin yang telah ditetapkan berdasarkan UU sebagai warga negara, mulai dari membuat KTP, Akte kelahiran, pengurusan pernikahan sampai pengurusan izin untuk melakukan usaha. Yang kedua kita berususan dengan pemerintah terkait dengan tugas pemerintah untuk menciptakan kehidupan yang layak bagi warganya, seperti tersedianya transportasi yang nyaman, lingkungan yang nyaman, dan kesejahteraan bagi warga masyarakat. Kedua hal tersebut diatas berhungan dengan pelayanan publik bagi masyarakat.

Ketika kita ingin mengurus surat menyurat yang dibutuhkan sudah seharusnya pemerintah memberikan layanan yang efektif dan efisien jauh dari birokrasi yang berbelit-belit. Mulai dari informasi yang jelas dan gampang diakses sampai proses pengurusan yang mudah.  Begitu juga untuk urusan pelayanan publik yang sifatnya fasilitas bagi masyarakat, seharusnya pemerintah bisa mendengar apa yang dikeluhkan oleh rakyatnya, apa yang diinginkan dan bagaimana tanggapan masyarakat dengan layanan yang diberikan.

Kedua hal tersebut bisa dilakukan secara efektif dan efisien dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik sering kita dengar istilah e-government. Khususnya untuk Indonesia penerapan e-government ini sudah hampir dilakukan di semua daerah, tapi penerapannya menurut saya belum optimal. Misalnya yang paling gampang adalah website pemerintah, hampir semua dibangun secara asal-asalan, dan informasi yang diberikan tidak optimal, bahkan banyak yang tidak update, ketinggalan jauh dengan perkembangan yang terjadi pada media internet sekarang ini.

Seharusnya dengan berkembangnya social media dengan sangat cepat harus dimanfaatkan juga oleh pemerintah untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada rakyatnya. Contoh gampangnya adalah, pemerintah mulai memanfaatkan facebook atau twitter untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan menangkap aspirasi masyarakat dengan cepat. Seperti kejadian banjir tadi malam, kalaulah pemerintahnya mau mendengar, banyak sekali keluhan dan aspirasi masyarakat jakarta terkait banjir dan macet.

Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan, tapi itu harus dimulai dari pemerintahnya dulu.  Saya sih membayangkan layanan satu atap yang ada sekarang benar-benar tidak harus datang ke kantor pemerintah, cukup via web, selesai surat menyuratnya tinggal diantar ke rumah via pos..

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s