Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Jejaring Sosial menghasilkan Intelektual

1 Comment

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan di blog uda Hasnul Suhaimi .

Berbicara tentang jejaring sosial, sebenarnya itu sudah berlaku semenjak manusia ada di muka bumi ini. Manusia tidak akan bisa hidup sendiri dan membutuhkan relasi dengan manusia lainnya sehingga membentuk sebuah jejaring yang saling terkait satu sama lainnya.

Seperti ungkapan Mark Zuckerberg (CEO facebook) ketika ditanya pada suatu konferensi tentang bagaimana dia bisa berhasil membuat situs jejaring sosial, jawabannya sederhana, bahwa sebenarnya manusia sudah berjejaring di dunia nyata, tinggal bagaimana kemudian diciptakan sebuah alat yang mempermudah mereka berjejaring. Dengan konsep sederhana itu kemudian lahirlah situs jejaring sosial yang sudah beranggota sebanyak setengah miliar orang di muka bumi ini.

Salah satu bentuk jejaring sosial yang kemudian menghasilkan tradisi intelektual seperti yang dijelaskan oleh Uda Hasnul adalah “surau”. Ini adalah tempat bagi anak laki-laki Minangkabau dulunya menghabiskan waktu-waktu diluar pendidikan formal mereka. Dulu tradisi di Minangkabau, memalukan bagi anak laki-laki tidur di rumah orang tuanya, mereka harus bermalam di surau yang biasanya beranggota anak laki-laki dalam satu suku (marga) yang dibimbing oleh seorang alim yang dipercaya oleh kaum tersebut. Kegiatannya mulai dari mengaji sampai diajarkan bela diri. Dari tradisi inilah akhirnya lahir intelektual-intelektual yang memberikan sumbangsih bagi berdirinya negari ini.  Tradisi ini juga sepertinya yang menghasilkan karakter egaliter orang-orang Minangkabau.

Bagi saya surau kalau ditilik lebih jauh bukan sekedar jejaring sosial tapi juga jejaring informasi, bahkan jejaring pengetahuan. Disinilah anak-anak muda Minangkabau diperkenalkan dengan bagaimana dunia, kehidupan dan cara untuk hidup. Informasi dan pengetahuan dari orang alim tersebut ditransfer kepada semua penghuni surau, dan masing-masing penghuni pun pasti membagi pengetahuan yang mereka punyai.

Saya gembira sekali ketika beberapa tahun terakhir tradisi surau ini akan dihidupkan kembali di ranah Minang, tapi sampai saat ini baru sebatas jargon .Dan saya sepakat dengan Uda Hasnul bahwa yang dibutuhkan bukan bentuk fisiknya tapi diambil ruh dari konsep surau tersebut. Ya bisa memakai web 2.0 misalnya.

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

One thought on “Jejaring Sosial menghasilkan Intelektual

  1. Terimakasih sudah membantu share tulisan saya tentang Jejaring Sosial Ala Minang, semoga bermanfaat dan tradisi surau bisa kembali dihidupkan seperti yang dilakukan para aktivis atau pengelola Mesjid Salma ITB, dimana sebagian para aktivisnya juga aktif sebagai blogger yang rajin berbagi pengetahuan dan pesan-pesan dakwah lewat blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s