Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Jualan di Facebook Jangan seperti Pedagang Kaki Lima

22 Comments

Newsfeed  facebook akhir-akhir ini mulai kelihatan seperti lapak kaki lima. Mungkin ada beberapa orang yang terganggu dengan aktifitas ini. Modus yang sering dilakukan adalah tag seseorang yang terkenal dan punya banyak teman ke suatu foto produk yang yang sebenarnya dia tidak terkait dengan foto tersebut. Harapannya adalah foto produk itu menyebar ke feed teman-teman orang tersebut atau berharap orang yang ditag ada yang kecantol dg produk tersebut. Modus lainnya dengan membuat sebuah akun personal untuk produk kemudian add teman sebanyak-banyaknya abis itu tinggal bombardir dengan produk yang ditawarkan.

Saya sempat diskusi dengan beberapa orang pelaku jualan di facebook, dari modus-modus yang dilakukan seperti itu katanya sih laku keras, bahkan ada yang saya amati komentar yang masuk cukup banyak untuk satu produk yang di posting sebagai status. Mirip sekali dengan kaki lima, dagangan pasti laku keras karena itu pusat keramaian, tapi pernah terfikirkan ga bahwa hal tersebut mengganggu orang lain? membuat jalanan yang awalnya nyaman menjadi sumpek, feed yang awalnya berisi status teman-teman yang lucu kemudian dipenuhi oleh list dagangan dari seseorang. Ini masalah etika umum dimana kita harus menghargai hak orang lain dalam mendapatkan hak kita. Apalagi kalau itu bukan hak kita lho.

Nah pertanyaannya cara seperti apa seharusnya yang harus dilakukan tapi cukup efektif? Untuk menjawab pertanyaan ini kita ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

Etika

seperti yang dibahas diatas, sebenarnya etika yang ada di online sama aja dengan etika di dunia nyata. Kita harus saling menghargai sehingga tidak ada yang terganggu dengan aktifitas yang kita lakukan. Memang ada beberapa kasus yang suka sama suka, seperti ada brand yang memakai account personal kemudian menawarkan dagangan kepada teman-temannya. Untuk masalah seperti ini ada lagi etika yang tertulis sebenarnya berupa Term Of Service, disini diatur apa yang boleh apa yang tidak, dan sebenarnya ketika kita setuju dengan semua aturan yang ada di suatu aplikasi termasuk facebook kita terikat dengannya.

Mengerti behavior user di facebook

Salah satu kunci sukses memanfaatkan media online termasuk facebook adalah memahami user behavior.

Fitur yang ada di account personal facebook seperti update status, komen status teman, tag foto, undang teman ke sebuah event semua konsepnya adalah sebuah hubungan emosional antara satu orang dengan orang lainnya. Jadi jangan kemudian hal ini di “ganggu” dengan tag foto yang tidak ada hubungan dengannya, atau malah status kita ternyata menjadi sampah di newsfeed orang yang ada dijaringan kita. Sudah pasti kita di facebook menginginkan newsfeednya dihiasi oleh status lucu teman-teman atau foto-foto kenangan.

Selain itu salah satu user behavior di facebook yang mesti dipahami adalah bahwa orang akan cepat mengatakan sesuatu dan itu akan dengan sangat cepat menyebar ke seluruh jaringan yang dia punya. Sekali kita melakukan hal yang tidak disukai oleh seseorang atau mengganggunya dan dia menyampaikan dalam statusnya maka nilai jelek kita akan cepat menyebar.

Mengerti fungsi masing-masing fitur di facebook

Hal ini lebih bersifat teknis, misalnya kita harus tahu bahwa account personal tidak boleh digunakan untuk bisnis, untuk bisnis gunakanlah fanpage. Saat ini account bisnis (fanpage) facebook fitur-fitur yang disediakan sudah sama dengan fitur account personal. Tapi ada beberapa kelebihan di fitur ini, antar lain:

Jumlah fans tidak dibatasi (account personal dibatasi 5000); bisa mengirimkan pesan sekaligus kepada semua fans;bisa menambahkanaplikasi yang dimodifikasi sendiri; terintegrasi dengan  fasilitas iklan facebook; mendapatkan laporan data tentang aktifitas yang terjadi.

Setelah memahami hal diatas kemudian kita bisa menentukan strategi efektif memanfaatkan fanpage facebook sehingga kegiatan yang kita lakukan tetap mendatangkan hasil tanpa menggangu hak orang lain.

Strateginya tergantung kepada produk atau brand kita. Kalau produk atau brandnya sudah kuat maka akan lebih mudah untuk mengumpulkan orang-orang yang akan menjadi fans kita, tapi kalau memang brandnya masih baru dibutuhkan waktu untuk membangun komunitasnya. Pembangunan komunitas ini harus dilakukan dengan sabar dan sebagai pemilik brand harus memberikan hal yang bermanfaat kepada target pasar kita. Di awal undang teman-teman dekat dulu atau bisa juga memakai iklan facebook (saya kira cukup murah dan bisa di budget sebelumnya).

Misalnya produk pakaian muslim, postinglah hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan muslimah, tentang fashion, atau tentang hal yang berkaitan dengan produk kita. Selalu ajak fans yang telah bergabung untuk melakukan komunikasi, munculkan hal-hal yang sifatnya emosional sehingga memancing mereka untuk menanggapi.  Tidak masalah sekali-kali memunculkan update terbaru dari produk kita, tapi jangan terkesan menjual langsung  tapi lebih ke memperkenalkan produk ( ini  jangan terlalu sering). Tanggapan terhadap pertanyaan atau komentar dari fans harus cepat, (memang kalau dari fanspage tidak ada notifikasi), oleh karena itu memang kita harus terbiasa selalu online. Salah kalau ada pandangan bahwa bisnis online  bisa ditinggalkan. Bisnis online harus dipantengi seperti kita menjaga toko, tapi kalau online bisa dilakukan dimanapun. Setelah komunitas terbentuk dan mereka sudah kenal dan suka produk kita percayalah mereka akan mulai membahas produk tersebut dan sales akan datang dengan sendirinya. Yang lebih penting adalah mereka akan menjadi duta produk kita dengan sukarela, paling tidak mengajak teman-temanya yang lain untuk bergabung dengan fanpage kita.

Satu hal yang juga perlu diingat bahwa facebook adalah tempat untuk melakukan marketing dan promosi bukan tempat untuk berjualan, oleh karena itu kita tetap harus mempunyai sebuah toko online atau website yang berisi deskripsi produk kita lebih lengkap. Fanpage hanyalah sarana untuk membentuk komunitas lewat komunikasi dengan tujuan menarik orang untuk datang ke toko kita, ibarat kata, kita punya toko di sebuah tempat, trus kita memasang iklan, mengadakan event dan kegitaan marketing lainnya untuk menarik orang membeli produk kita.

Untuk jangka pendek menurut saya berjualan dengan ala kaki lima memang menguntungkan dan penjualan cepat terjadinya, tapi untuk jangka panjang dan membesarkan bisnis, komunikasi lewat fanpage akan mendatangkan hasil yang lebih optimal.

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

22 thoughts on “Jualan di Facebook Jangan seperti Pedagang Kaki Lima

  1. betul seklai mas, jangan ngetagin poto semua orang dong didagangan kita🙂
    socail media itu buat membangun relationship dengan customer atau calon customer kita, tunjukkan kelebihan kita….jangan hard selling !
    web 2.0 is all about building relationship, share and help. no salesperson allowed !
    salam

  2. saia bahkan belum begitu tau semua fungsi fesbuk,,

    baru” ini saja saia malah tau apa fungsi label pada teman😛

    berharap moga nanti saat ada niat memasarkan produk, sudah mahir dalam menggunakan fesbuk🙂

  3. SAYA SETUJU DENGAN ULASAN PADA ARTIKEL INI, CUMA MEMANG PADA BAGIAN BAGAIMANA MEMBEDAKAN PERLAKUAN PADA FACE BOOK SEBAGAI TEMPAT MELAKUKAN MARKETING/PROMOSI ATAU SEBAGAI AJANG JUALAN SECARA “HARD SELLING” AKAN TERGANTUNG DARI TINGKAT KEPENTINGAN, KEBERLANJUTAN PRODUKSI, KETERSEDIAAN PRODUK, DAN PROSPEK PASAR YANG ADA DI MASA DEPAN NANTI. TERUTAMA UNTUK PRODUK-PRODUK ATAU BISNIS YANG BERSIFAT “SEASONING” ALIAS MELEDAK SEBENTAR, MAKA AKAN BERLAKU ; SIAPA CEPAT DIA DAPAT ! MAKA KECEPATAN PENYAMPAIAN INFORMASI DI FACE BOOK SERINGKALI MENJADI PELAMPIASAN “KEPANIKAN” DALAM USAHA MERAIH PASAR, :

  4. saya sendiri pelaku bisnis perlengkapan bayi di dunia maya,saya punya website. http://www.tiposhop.com saya sering menerima tag dari toko lainnya,awalnya saya terima tapi lama-lama sangat mengganggu. Setelah saya tau maksud toko itu tag saya agar costumer saya pun ikut membaca terus terang saya sangat MARAH!! saya saja tidak pernah tag costumer saya koq!! kasian mereka harus liat FB mrk penuh gambar yang toko itu dan saya tajut karena mrk terganggu justru putus hubungan dengan akun saya!! Yang untung siapa yang ketiban apes siapa!!

  5. wooooh….woooh….., mari bebicara pada tatanan idealisme tinggi seperti ulasan Anda ini NANTI…..!!!! jika Indonesia sudah mampu mengurangi tingkat kemiskinan hingga 98%. Ya gini ini ulasan orang yg ngertinya cuman internet doang….

  6. tidak perlu koar2 bro/sis
    FB updatean baru, tag tidak akan muncul ke newsfeed kecuali yg di tag 3 orang dengan mutual friend yg sama, intinya kl sampe muncul itu dilingkungan kecil

    jadi sudah diatasi oleh facebook

  7. terimakasih pencerahannya gan mantap. jgn lupa like fanpage ku jg ya http://www.m.facebook.com/profile.php?id=212644778817568&refid=5&ref=tn_tnmn terimakasih banyak

  8. kalo menurut saya sih, simple cukup klik http://www.onigi.com dan klik buka toko anda sekarang

    anda bisa jualan di facebook lho?

    udah ribuan toko lho gabung bersama onigi

  9. saya juga sebal kalo news feed penuh iklan.iseng2 saya klik unscribe,eh bener, ga nongol lagi di news feed

  10. Facebook yang sekarang berbeda dengan facebook yang dulu. Sekarang sudah byk improvement yg dilakukan tim facebook, salah satunya masalah tag. Share link dari website ibaratnya sama seperti update status. Statuspun jg ada yg normal ada yg gak normal alias alay😛 dari friend2 kita

    Jadi memang harus bijak utk posting status apapun (share link, produk dll)

  11. wah.. manteep…

    Tak semua orang memperhatikan hal yang satu ini.

    Karena sebagian kalangan hanya berharap produk yang di tawarkan supaya cepat laku. Hehehe..

    Sangat bermanfaat. Matur nuwun..

  12. Kira2 lebih menguntungkan mana jualan di facebook yang versi standar/asli dengan yang versi fanpage, ya…????

  13. Sangat setuju bahwa dalam berbisnis perlu etika yang baik sehingga tidak merugikan orang lain.

    Segala sesuatunya memerlukan waktu n trik.

  14. Saya setuju sekali mas dengan ulasannya….

    saya googling artikel ini karena punya fanpage di facebook untuk website toko online saya yang jualan sepatu wanita, selaku penjual memang mentag itu lebih mudah dibandingkan dengan sabar membranding toko kita, tapi efeknya yang jelas lebih banyak merugikan dan mengganggu pengguna fb yang lain malah jadi merusak brand kita sendiri.

    terima kasih untuk artikelnya.

  15. Artikel bermanfaat… nih ane coba praktek like pf saya ane ya http://www.facebook.com/TokoMoeslim

  16. Lucu lagi ada yng memborbardir inbox dengan dagangan…ketika ditegur, ga masalah katanya, biar di banned dr grup jualan juga tetep aja iklan, lama-lama, orang akan beli juga. Guru marketing darimana yg ajarkan semacam itu?
    Ijin share ya

  17. Rejeki mah tidak akan kemana-mana, stand sama, cara sama, metode sama, atau mesin produksi sama, tapi rejeki nya beda.
    Cool aja, biar orang nge-tag, memborbardir iklan… kalau aku sih tak biarkan aja, mungkin itu cara mereka.

  18. Nah ini saya setuju sekali tulisannya. Jaman sekarang etika jualan di fb kadang banyak yang tidak dipedulikan, lebih baik pasarkan produknya dengan elegan.

    kunjungi juga http://www.jualandiinstagram.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s