Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Fenomena nge “tweet”

6 Comments

Setelah heboh-heboh facebook dan cukup jadi fenomenal di Indonesia (katanya sih sekarang sudah lebih dari 7 juta user di Indonesia), muncul lagi mainan baru yaitu twitter (situs microblogging). Mainan ini sebenarnya seperti wall dan status di facebook tapi dibatasi menjadi 140 karakter. Sejak April 2009 kemaren penggunaan twitter ini cukup mengalami kenaikan yang signifikan di Indonesia, dari analisis teman-teman di kantor katanya dipengaruhi oleh demam Blackberry (memang gadget ini memberikan aplikasi twitter terpasang langsung pagi penggunanya).

Pada awal saya mencoba twitter (jauh sebelum ini menjadi heboh di Indonesia) seperti pertama kali mencoba facebook sayapun agak bingung dan cukup lama ditinggalkan.  Tapi setelah mempelajari beberapa fitur yang ditawarkan ternyata aplikasi ini cukup menarik juga.  Dan tentunya proses update twitter ( tweet) sepertinya cocok sekali buat saya yang memang suka nyerocos ga jelas (awalnya sih begitu). Tapi kesininya setelah beberapa postingan saya yang terkait dengan beberapa topik yang ternyata hangat mulai banyak orang yang menjadi follower saya (yang mengikuti setiap postingan saya).

Fenomena twitter ini mulai muncul ke permukaan dan menjadi bahan omongan orang-orang ketika terjadi bomb di Mumbai, India. Berita tentang bomb Mumbai itu dengan segera terkabar ke seluruh dunia lewat jaringan twitter dan mendahului pemberitaan di media-media massa termasuk televisi. Di Indonesia pun kemudian twitter jadi heboh ketika terjadi peristiwa bomb Mega Kuningan sebulan yang lalu.

Pertanyaannya, apa yang menarik dari situs microblogging ini, ternyata yang membuat saya mendapatkan banyak follower dan berita tentang sesuatu cepat menyebar adalah adanya satu fitur didalamnya yang dinamakan trending topic. Trending topic ini berada di sidebar sebelah kanan ketika kita masuk kehalaman twiiter kita. Nah fitur ini akan meng”capture” semua pembicaraan yang berhubungan dengan satu kata kunci dan untuk kata kunci tertentu yang banyak dibahas oleh orang akan dimunculkan di setiap halaman twitter user.

Untuk kasus Indonesia sendiri, seprti yang  kita tahu, pernah dua kali masuk ke trending topic dan sempat menduduki posisi pertama, yaitu kasus bomb Mega Kuningan dan saat meninggalnya Mba Surip. Untuk bomb Mega Kuningan, awalnya hanya mengabarkan tentang situasi tersebut akhirnya menjadi sebuah gerakan yang dinamakan Indonesiaunite.

Dari beberapa contoh kasus di atas, saya baru menyadari ternyata twitter tidak hanya berguna untuk menyalurkan bakat nyerocos dan suka komentar saya, tapi bisa dijadikan sebagai alat untuk mengkampanyekan sesuatu, memberitakan sesuatu bahkan lebih cepat dari televisi, dan yang paling penting adalah untuk suatu merek, si pemilik merek akan bisa melihat pandangan costumer tentang produk mereka. Yang paling dahsyat adalah ketika bisa menjadi trending topic itu akan dilihat oleh seluruh user di dunia.

Tapi ga semuanya positif lho, hati-hati juga ketika mendapatkan sesuatu berita dari twiiter, belum tentu itu benar, contohnya adalah kasus pemilu iran (sampai sekarang masih jadi trending topic), banyak hal-hal yang diungkapkan ternyata tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

Jadi tertarik untk nge”tweet” alias berkicau..hehehhehe. Kata pak Nukman Luthfie (CEO Virtual Consulting) tobatlah sebelum terlambat.

Untuk yang sudah punya twitter bisa follow saya di http://twitter.com/kafey

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

6 thoughts on “Fenomena nge “tweet”

  1. Rupanya mas Febri sedang jalan-jalan berlibur ke luar negeri, ya. Jadi ‘aja tanggal artikelnya loncat deh dari Mei ke Agustus… hehehe.

    Salam kenal, mas.

    • bukan jalan2 ke luar negri pak, tapi sesuai dengan artikel di atas, keasikan nge “tweet” jadinya lupa deh nulis yang panjang-panjang, udah kebiasa nulis dalam 140 karakter hehehehe.
      Btw punya twitter ga pak? bisa lho untuk promosi tulisan di blog juga

  2. bertobatlah sebelum terlambat ya hahahha…

  3. Wah tidak bisa di-like ya. hehe

  4. Pingback: Elearning 2.0: Kelas Virtual (virtual classroom) dengan Twitter.com « Kafey’s Cafe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s