Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Kasus Rani Juliani, Antasari Azhar dan Nasarudin Zulkarnaen, Jurus Memancing di Air Keruh

1 Comment

Pemberitaan media yang sangat gencar tentang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen yang diduga melibatkan Ketua KPK Antasari Azhar, mendadak membuat nama Rani Juliani menjadi terkenal baik di dunia nyata maupun di internet. Ya kita semua sudah tahu apa kaitannya tidak usah dibahas di blog ini.

Saya mau melihat dari sudut pandang pencarian di internet, ternyata pencarian dengan kata kunci Rani Juliani meningkat drastis dalam seminggu terakhir. Tren pencariannya bisa dilihat di sini. Dari data di google trends tersebut terlihat bahwa dalam sepekan terakhir pencarian terhadap kata kunci Rani Juliani meningkat cukup signifikan dan begitu pula dengan pencarian dengan kata kunci Antasari Azhar dan Nasarudin. Pencarian terhadap kata kunci ini mengalahkan pencarian terhadap kata kunci Sarah Azhari dan Miyabi (kedua kata kunci ini trend pencariannya relatif stabil terhadap waktu. Fenomena ini juga pernah berlaku sewaktu heboh-heboh masalah Ponari seperti yang ditulis di sini

Meningkatnya pencarian terhadap kata kunci ini memberi berkah kepada para pemburu traffic dan para pendekar SEO.Dengan menulis tentang kasus pembunuhan Nasarudin dan kronologis penangkapan para tersangka sehingga sampai ke penangkapan Antasari Azhar (Ketua KPK non aktif), apalagi sesuatu dengan judul yang cukup kontroversial atau profokatif seperti judul tulisan yang saya buat ini pasti akan memancing banyak orang yang ingin tahu tentang kasus ini diluar pemberitaan media baik media massa maupun media online.  Saya mengambil istilah yang dipakai oleh pemburu traffic dan pendekar SEO ini dengan nama jurus memancing di air keruh. Contoh beberapa blog yang yang cukup banyak dikunjungi bisa dilihat di tautan ini atau di tautan ini. Atau kalau mau contoh yang lebih kontroversial lagi adalah cerita tentang cinta segitiga yang dicurigai menjadi alasan pembunuhan seperti yang ada di blog ini walaupun kebenarannya bisa dipertanyakan karena tidak jelas darimana penulis mendapatkan cerita tersebut. Bahkan tempo interaktif pun memanfaatkan jurus ini dengan menulis di blognya dengan judul yang lebih profokatif seperti di tautan ini.

Selain para pendekar SEO kasus ini juga dimanfaatkan oleh pengiklan online atau yang sering menyebut diri mereka internet marketer. Dengan tingginya kunjungan ke blog milik Rani Juliani mereka ikut memberikan komentar tapi komentarnya itu berisi iklan tentang produk yang mereka jual atau link ke landing page mereka. Cara ini juga sebenarnya upaya untuk meningkatkan traffic ke landing page mereka.

Sebenarnya fenomena meningkatnya trend pencarian terhadap kasus-kasus yang sedang hangat mencerminkan online user behavior, bahwa mereka ingin mencari sebuah sumber berita lain diluar berita dari media mainstream. Mungkin hal ini disebabkan oleh berita dari beberapa media mainstream seperti detik.com sudah mulai agak ngawur atau karena kejar tayang sehingga kualitas pemberitaannya tidak diperhatikan lagi. Tapi permasalahan baru akan muncul ketika yang mereka temui setelah googling adalah beberapa blog yang membahas kasus tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan traffic seperti yang saya tulis di atas. Akhirnya pembaca harus cerdas dalam menganalisa semua sumber yang ada.

NB:

Tulisan ini sebagai update dari tulisan sebelumnya yang hanya muncul sebagian, mungkin karena error sewaktu upload pertama kali.

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

One thought on “Kasus Rani Juliani, Antasari Azhar dan Nasarudin Zulkarnaen, Jurus Memancing di Air Keruh

  1. Kembalillah ke ajaran Agama. Setahu saya, kecenderungan orang terjebak dalam kemewahan duniawi saja. Lupa akan apa tujuan Tuhan menciptakan manusia, hanya untuk menyembah kepada Nya. Mencari kekayaan dengan segala cara, misal KKN. Pembunuhan terindikasi berhubungan dengan KKN. Seandainya Negara dipimpin oleh orang yang jujur, mempunyai visi untuk kepentingan rakyatnya saja, insya ALLAH, rakyak makmur, murah sandang murah pangan, gemah ripah loh jinawi. Pimpinan yang jujur, salah satu indikasinya, misalnya selama menjabat, pertambahan kekayaannya logis atau wajar nggak ? Kasus BLBI yang mengakibatkan kerugian negara ratusan triliyun, KKN dsb, seandainya duit bisa dikembalikan ke Negara, untuk kemakmuran rakyatnya, Insya ALLAH, seakali lagi insya ALLAH, kita……… ya …..kita akan makmur. Jangan kebalik, kita…. ? Kami orang kecil enggak makmur, yang makmur hanya kamu orang pejabat. Ingat akhirat, akan di hisab umur, ilmu dan harta. Sekali lagi syarat pemimpin / pejabat, tidak cukup hanya pandai, profesional saja, tapi yang utama kejujuran dan kejujuran, visi untuk rakyat. Sebentar lagi Pilpres, jangan salah pilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s