Kafey's Cafe

cafe online–tersedia menu maya

Social Networking but Individualistic

4 Comments

—–Benar ga judulnya ya (secara grammar),intinya adalah jaringan sosial tapi individualistis.—–

Hasil penelitian Synovate tentang yang dibahas di sini walaupun hasilnya mengejutkan bahwa cuma 42 % dari responden yang tahu dengan social networking, tapi kalau dilihat dari jumlah pemakai aplikasi web 2.0 ini cukup besar dan cukup berpengaruh terhadap tatanan sosial. Fenomena semakin banyaknya jumlah orang yang memakai social networking ini menurut saya bukan tanpa kritik dan efek buruk. Salah satu efek buruk dari social networking adalah diberitakan awal januari 2008 ada kasus bunuh diri berantai di Wales dan setelah di selidiki ternyata berhubungan dengan salah satu situs social network (baca di sini).

Kasus di atas memang tidak bisa digeneralisir sebagai bahaya yang harus ditakuti dari situs social networking, banyak manfaat-manfaat yang bisa didapatkan dari adanya situs-situs tersebut. Komunikasi yang putus sebelumya dengan teman-teman lama bisa tersambung kembali, bahkan kita disana bisa mendapatkan teman-teman baru dari seluruh penjuru dunia. Tapi ada satu hal yang kontradiktif sebenarnya dengan istilah sosial yang disandangnya sebagai penghubung sosial antara individu dengan individu. Menurut saya situs-situs social networking ini menjadikan orang malas untuk bersilaturahmi dalam arti sebenarnya dan bisa menjadikan seseorang sangat individualistik juga dalam arti sebenarnya.

Dalam kenyataannya walaupun kita sering melakukan interaksi dengan orang lain dengan menggunakan apliakasi social networking sifat individualistik kita akan semakin besar. Kita akan malas untuk berinteraksi langsung dengan orang lain karena cukup dengan say hai dengan menggunakan aplikasi yang ada, lama-kelamaan kita akan senang sendiri asyik dengan komputer atau laptop masing-masing. Sifat-sifat sosial yang seharusnya dibangun seperti empati kepada orang lain, lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya dari pribadi-pribadi yang sudah “kecanduan” social networking. Saya masih menyangsikan apakah ketika interaksi sosial yang terjadi di dunia maya ini memang melibatkan emosi seperti yang terjadi di dunia nyata atau sesuai dengan namanya emosi yang dimunculkan adalah semu (toh kita tidak bisa melihat orangnya langsung kan? bisa saja manipulatif). Bahkan lebih jauh lagi kita tidak tahu apakah profil yang digunakan asli atau tidak.

Mungkin kecendrungan negatif ini yang membuat beberapa komunitas dunia maya mengadakan ritual kopdar bahkan ada yang menjadikan sebagai sarat seorang anggota di terima (contohnya komunitas batagor.net) supaya masing-masing anggotanya bisa saling kenal.

Author: kafey

mencoba untuk tetap lebih baik setiap hari, every day with the best performance

4 thoughts on “Social Networking but Individualistic

  1. Saya juga melihat kecenderungan seperti itu Kang… Bahkan saya melihatnya lebih dari itu, bukan hanya social networking, tapi internet secara umum. Mungkin ini merupakan efek dari peralihan Internet yang berfungsi mencari data atau bahan ke media sosialisasi. Setelah itu muncullah gejala anonimitas… anonimitas memungkinkan seseorang menjadi split antara kehidupan nyata dengan internet. Disini social media (dan internet pada umumnya) tidak lagi menjadi media. Sehingga kehidupan terbelah…
    Saya melihat social media networking sangat bermanfaat, jika dia ditempatkan secara tepat sebagai sarana bersosialisasi yang dapat di follow up dengan aktivitas di dunia nyata…
    Saya berharap banyak tulisan seperti ini, sehingga dapat mendekonstrksi penggunaan social networking, kalau mungkin malah membangun paradigma penggunaan social networking yang baik.
    Makasih infonya KangšŸ™‚

  2. selamat pagi kang, salam kenal..
    menurut saya ini merupakan efek negatif dari teknologi saat ini. Saya setuju banget kalau social networking ini bisa mengurangi waktu kita berinteraksi dengan dunia nyata, dengan kata lain menjadi tidak peka. berapa jam coba sekarang orang menghabiskan hidupnya di depan komputer dan bergaul di dunia maya.
    saya juga melihat kecendrungan ini di telekomunikasi kang, karena saya mulai melihat banyak orang yang kerjanya duduk saja sambil sms dan menelpon orang..huff..
    makasih ya kang atas infonya..

  3. jadi gimana ni? bukan berarti kita anti dengan perkembangan teknologi bukan?..
    atau gini aja untuk social networking ciptain aja social networking dimana aura2 social sebenarnya ada, dan kita benar2 make perasaan disana,kaya film wall e tu…(mulai d aneh2)

  4. yah ga anti teknologi juga sih kang..hehe..
    Mending kita manfaatin teknologi itu, menurut saya kenapa perkembangan teknologi itu bisa memperburuk hubungan sosial karena kita belum siap dengan segala kemudahan itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s